Beranda Headline Satreskrim Polres lamteng Ungkap Pembunuhan Dalam Keluarga

Satreskrim Polres lamteng Ungkap Pembunuhan Dalam Keluarga

38

Lamteng : Naluri polisi, menguak tabir kepalsuan, pembunuhan dalam keluarga. Tidak ada kejahatan yang sempurna.

Tidak ada kejahatan yang sempurna, apalagi niatnya hendak mengelabui warga. Meskipun mampu membohongi warga, namun tidak untuk polisi. Naluri polisi ternyata tidak bisa dibohongi karena dari setiap kejanggalan menjadi titik awal terungkapnya aksi kejahatan.

Tak terkecuali pada kasus kematian FM, (36) warga Lubuk Sikaping Pesaman Sumatra Barat, yang semula ditutupi oleh keluarga, seolah olah meninggalnya korban karena kecelakaan jatuh dari tower Kamis (24/3/2022).

Hal itu dijelaskan oleh Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Pahlevi Sanjaya, saat menggelar konfrensi Pers Senin (4/4/2022).

Menurut Kapolres bahwa korban sering bertindak arogan baik kepada keluarga maupun warga, bahkan cenderung membahayakan keselamatan orang lain.

AKBP Doffie Pahlevi Sanjaya mengatakan, terbunuhnya korban FM, bermula saat dia, hendak makan, namun menu yang tersedia tidak sesuai dengan harapanya.

Selanjutnya, Korban menjerit-jerit, lalu mencari ibunya sambil mengeluarkan kata kata kasar, selanjutnya entah setan apa yang merasuki korban hingga idia tegas mendorong ibu kandungnya sampai terjatuh kesakitan bahkan nyaris pinsan. Peristiwa itu dilihat oleh dalah satu adik korban yang kebetulan ada didapur. Melihat ibuanya terjatuh dan sesak napas akibat dibanditing kakak sukubgnya yang nyaris setiap hari berbuat ulah. Adik kandung korban pun kalap, hingga memukuk korban menggunakan kayau balok.

Baca Juga :  Bhayangkari Lampung Tengah Salurkan Sembako Ke warga Kurang Mampu

“Disaat itu adalah salah satu adik korban yang mendengar ibunya kesakitan. Secara spontanitas pelaku memukul kakak sulungnya menggunakan balok kayu, ” jelasnya.

Kemudian kata Kapolres datang kembali seorang adik korban, yang juga ikut memukulinya, bahkan ayahanda korban pun diduga terlibat dalam aksi penganiayaan yang mengakibatkan anak kandungnya meninggal dunia.

“Setelah korban diketahui meninggal dunia, para pelaku membersihkan badan korban. Selanjutnya memberi tahu warra bahwa kakaknya meninggal. Bahkan para pelaku meminta marbot masjid untuk mengumumkan kakak sulungnya meninggal dunia akibat jatuh dari tower, ” ujarnya.

Selanjutnya warga dan keluarga menyaiplan proses pemakaman pada hari itu juga, namun sejumlah saksi melihat ada kejanggalan ditubuh korban. Hal inilah yang memicu kecurigaan petugas.

Baca Juga :  Arinal Akan Buka Secara Resmi Pemaparan Visi Misi Bakal Calon Golkar

Naluri Polisi Berbicara.

Ada sejumlah kejanggalan baik dari keterangan. Keluarga dan keterangan warga, ada sejumlah hal yang rancu.

Polisi melakukan penyelidikan, dibawah Pimpinan langsung Kasat Reserse AKP Edi Qorinas, melakukan investigasi dilapangan. Hari itu juga dari hasil penyelidikan kasus pembunuh dalam keluarga tersebut terungkap.

“Pertama yang kami introgasi adalah ibu korban, lalu ayah dan adik-adiknya. Dari sinilah semua informasi terkuak. Satu persatu pelaku kita amankan, ” katanya

Pada saat itu juga pelaku SHR (65) ayah korban, DI (32) dan RE (27) adalah adik kandung FM, ketiganya warga Kampung Kangkung Rengas Kecamatan Bekri Lamteng.

Meskipun sambung Kapolres pelakunya adalah ayah dan adik kandung korban yang dilakukan secara spontanitas, akibat kesal karena korban sering memarahi bahkan memukul ibu kandung mereka. Namun tetap saja itu melanggar hukum.

Baca Juga :  Pengoplos BBM Asal Sendang Agung Diamankan Polres Lamteng

“Dari lokasi kejadian polisi berhasil menyita satu buah balok, satu bilah golok dan kain. Saat ini pelaku dan barang-bukti diamankan di Mapolres Lamteng guna pengembangan lebih lanjut, ” katanya.

Kapolres mengimbau seluruh masyarakat agar tidak main hakim sendiri. Serahkan seluruhnya kepada polisi. “Apapun bentuk. Kejahatan dan melanggar hukum dilarang, ” tegas AKBP Doffie Pahlevi Sanjaya.

Para pelaku dijerat denga Pasal 338 KUHPidana atau Pasal 170 e KUHPidana, dengan ancaman maksimal 20tahun penjara. .

Pelaku adalah residivis yang sering keluar masuk penjara.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lamteng FM merupakan residivis yang baru dua tahun bebas. Ternyata setelah bebas FM kembali berbuat ulah, melakukan aksi kejaran.

“Korban terlibat berbagai aksi kejahatan yang menggunakan senjata api. Hal itu dibuktikan dengan adanya LP, yang melibatkan FM, ” tegas Kasat Reskrim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here