Beranda LAMPUNG Pasca Jadi Sorotan Publik, 15 Kubik Sampah Di Perbatasan Metro Utara Diangkut...

Pasca Jadi Sorotan Publik, 15 Kubik Sampah Di Perbatasan Metro Utara Diangkut DLH dan Warga

37

METRO – Setelah viral dan kembali menjadi sorotan, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui dinas terkait dibantu warga melakukan pembersihan sampah dikawasan gapura perbatasan Metro Utara, Jum’at (19/11/2021).

Hasilnya, sampah yang dibersihkan tersebut memenuhi dua truk atau sekitar 15 kubik. Dari hasil bersih-bersih perbatasan tersebut Pemkot berencana menambah CCTV di wilayah perbatasan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Irianto Marhasan.

Irianto menyampaikan bahwa bersih-bersih perbatasan merupakan gerakan yang diinisiasi DLH. Dalam gerakan tersebut, sebanyak puluhan orang turut membantu pembersihan, mulai dari Satpol-PP, perangkat Kecamatan dan Kelurahan hingga organisasi masyarakat.

“Bersih-bersih ini merupakan inisiatif dinas, oleh karena ada berita yang viral di medsos kemudian tim orange langsung bergerak. Hari ini kita dibantu Pol-PP, ibu camat, pak lurah dan trader bersama masyarakat,” kata dia saat diwawancarai awak media.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro itu juga menyampaikan, selain perbatasan gerakan bersih-bersih itu juga akan dilakukan secara merata di seluruh wilayah Metro yang rawan menjadi tempat pembuangan sampah liar.

“Total sampahnya ini ada dua truk. Setelah ini kita juga akan bersihkan sampah yang ada di jalan baru. Setelah pembersihan ini kita akan minta Kominfo untuk pasang CCTV disini. Ya walaupun trader sudah pasang CCTV disini tapi kan CCTVnya pakai sinar surya,” pungkasnya.

Baca Juga :  DPRD Metro Soroti Proyek Asal Jadi

Dalam kesempatan tersebut, Camat Metro Utara, Wilastri mengapresiasi peran serta Trader Peduli Indonesia (TPI) yang membantu pemerintah dengan memasang CCTV untuk memantau pelaku buang sampah di perbatasan.

“Sangat luar biasa sekali kepedulian trader terhadap masyarakat khususnya di Metro Utara, ini sangat kami apresiasi. Dalam waktu dekat, nanti Pemkot juga akan memasang CCTV nya disini. Jadi akan dipantau 24 jam,” ucapnya.

Wilastri mengungkapkan bahwa pihaknya telah dibuat kesal oleh ulah warga tak bertanggungjawab yang mengotori wajah Kota Metro berulang kali dengan membuang sampahnya di gerbang perbatasan.

“Jadi kita ini memang dibuat kesal sama masyarakat yang selalu membuang sampah disini, berbagai upaya melalui tulisan imbauan sudah kita lakukan tetapi tetap saja masih ada yang membuang sampah disini,” cetusnya.

Guna mencegah prilaku oknum masyarakat pembuang sampah, pihaknya berencana menggandeng CSR untuk membangun taman di wilayah perbatasan antara Kecamatan Metro Utara dan Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.

“Untuk kedepannya melalui pihak CSR akan kita buat taman disini agar yang membuang sampah nanti merasa malu jika masih membuang sampahnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Teka-teki tumpukan sampah di kawasan gapura perbatasan antara Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara dengan Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah akhirnya terjawab. Puluhan orang yang membuang sampahnya di kawasan tersebut terekam Closed Circuit Television (CCTV) milik Trader Peduli Indonesia (TPI) Kota Metro dan terancam diviralkan.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas, Intel Metro Datangi Ormas LMP

Dari data yang dihimpun media, CCTV milik TPI tersebut terpasang tepat disisi kanan gapura sejak pertengahan tahun 2021. CCTV itu merekam ratusan kali praktik buang sampah dikawasan perbatasan, ironisnya para penyumbang sampah tersebut hanya dilakukan oleh puluhan orang yang sama.

Ketua DPP TPI, Dicky Kusuma Wardhana mengungkapkan, dirilisnya dokumen rekaman CCTV yang menggambarkan perilaku buang sampah oleh puluhan orang tak bertanggungjawab tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat.

“Jadi sebelumnya telah viral pemberitaan dimedia Kupas Tuntas terkait dengan tumpukan sampah di kawasan perbatasan Metro. Dari situ, banyak sekali masukan dari masyarakat yang meminta TPI untuk membongkar rekaman CCTV, sehingga karena kebetulan hari ini saya ditanya oleh teman-teman wartawan maka ini kami sampaikan ke publik,” kata dia saat dikonfirmasi media, Jumat (19/11/2021).

Pria yang merupakan warga Metro Utara itu juga mengungkapkan, tumpukan sampah yang berserakan di kawasan perbatasan merupakan milik puluhan orang saja. Para pembuang sampah tersebut rata-rata melancarkan aksinya pada pagi hari.

“Jadi CCTV yang kami pasang sejak bulan Juni itu merekam ratusan kali orang buang sampahnya disana, tapi setelah kami teliti pelakunya orang-orang yang sama dan jumlahnya tidak banyak kurang dari 30 orang. Kemudian orang-orang ini membuang sampahnya itu rata-rata pagi hari, jadi sambil bawa motor maupun mobil mereka lemparkan begitu saja,” terangnya.

Baca Juga :  PWI dan Iqro Insani Sinergi Bangun Kepedulian Sosial

Berdasarkan rekaman video, para pelaku buang sampah tersebut berkendara dari arah Lampung Tengah menuju Kota Metro dan melemparkan sampah yang dibawanya ke kawasan perbatasan.

“Dari rekaman CCTV, sampah-sampah itu dibuang oleh orang dari arah Punggur menuju ke Metro. Tapi ada juga yang asalnya dari arah Metro sendiri, dia pakai motor kemudian muter di ujung jalur dua kemudian lempar sampahnya disana,” ungkap Dicky.

Guna menindaklanjuti permintaan masyarakat untuk memviralkan para pelaku buang sampah sembarangan tersebut, TPI berencana menyerahkan seluruh dokumen rekaman CCTV ke Pemkot Metro.

“Jadi kami berkomitmen untuk membantu pemerintah Kota Metro dalam upaya menggapai Adipura, salah satu caranya ialah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Maka kami berencana untuk menyerahkan semua data rekaman CCTV yang kami miliki berikut dengan data para pelakunya ke Pemkot Metro,” ucapnya.

Dicky berharap, Walikota Metro Wahdi dapat menindaklanjuti dan menghadirkan solusi jitu dalam menangani persoalan sampah dikawasan perbatasan.

“Kami berharap Pemkot Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup maupun Satpol-PP dapat menindaklanjutinya sehingga menimbulkan efek jera, dan orang-orang akan berpikir berulang kali untuk membuang sampahnya sembarangan di Kota ini,” tandasnya.

Diketahui, TPI Kota Metro sejak Juni 2021 lalu telah memasang dua kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di dua titik rawan buang sampah yang terdapat disepanjang jalan Pattimura. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here