Beranda Headline Video Viral Pemerasan, Preman Kampung Diamankan Tekab 308 Polres lamteng

Video Viral Pemerasan, Preman Kampung Diamankan Tekab 308 Polres lamteng

63

LAMTENG – Tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah membekuk seorang preman kampung berinisial HR (41), setelah aksi percobaan pemerasan yang dilakukannya terekam kamera dan viral.

Dari keterangan Polisi, video viral di media sosial tersebut dilakukan seorang preman kampung kepada supir Fuso yang melintas di wilayah Kampung Yukum Jaya, Kec. Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas mengungkapkan, tersangka HR ditangkap pada Jum’at (30/07/2021) sekira jam 23.00 WIB.

“Sebelumnya kami mengamati vidio Viral di Media Sosial Tik Tok dengan durasi sekitar 30 detik, seorang sopir mobil jenis fuso yang hendak lewat di berhentikan oleh terduga pelaku di jalan lintas Sumatera depan SPBU Terbanggi Besar pada hari Kamis tanggal 29 Juli 2021 sekira Jam 23.00 WIB,” jelasnya, Minggu (31/7/2021).

Baca Juga :  Supran anggarkan add untuk penanganan dan pencegahan covid 19

Polisi menjelaskan, percobaan pemerasan oleh preman kampung tersebut lantaran diduga terpengaruh minuman keras jenis tuak

“Menurut yang diduga pelaku dikarenakan akan menyenggol kendaraannya, pelaku yang dalam keadaan mabuk minuman keras jenis tuak akhirnya menghentikan laju kendaraan sehingga terjadi cek cok dengan seorang sopir tersebut, atas kejadian tersebut Sopir tersebut mengungah vidio yang memperlihatkan aksi pelaku yang hendak melakukan pemalakan terhadap dirinya ke dunia maya yang kemudian menjadi viral,” bebernya.

Meski pelaku telah diamankan, hingga kini supir pengunggah video Viral tersebut belum juga melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polisi.

“Sampai saat ini belum laporan ke Polsek maupun Polres sehingga pelaku HR kita amankan berikut sepeda motornya jenis honda revo tanpa nopol warna biru yang digunakan untuk menghentikan kendaraan mobil,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bupati Lamteng Jemput Pasien Sakit

Kemudian Kita Lakukan Pemeriksaan terhadap pelaku HR sambil menunggu adanya laporan dari korban dan untuk tindakan lebih lanjut kita lakukan Pembinaa dengean membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanannya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here