Beranda Headline Tentang Kesetiaan

Tentang Kesetiaan

110

SKALABRAKNEWS.COM – Setia, bukan sekedar kata, bukan hanya ucapan belaka, dan bukan pula omong kosong tiada makna. Kata setia dapat dilihat dari prilaku, tindakan dan istiqamahnya terhadap kesetiaan itu sendiri.

Begitulah analisa yang dituliskan SPDB sultan kerajaan adat Sekala Brak Kepaksian pernong Lampung yang dipertuan ke 23, Pangeran Edward Syah Pernong.

Mengutip pesannya, kesetiaan terhadap bangsa dan negara terlihat pada sikap istiqomah setiap anak bangsa dalam menjaga dan merawat kemerdekaan dengan persatuan.

Puniakon Dalom Beliau, sapaan akrabnya. Ia menceritakan sebuah pesan WhatsApp yang dikirimkan bangsawan keturunan pahlawan Nasional kepada putranya pangeran Alprinse Syah Pernong.

Dalam pesan itu, seorang yang diketahui bernama Habib Sekh Syarif Abubakar merupakan paman kandung DR. Ary yusuf Amir gelar Raden Kiemas Panjinegara mengirimkan sebuah pesan history perjuangan merebut kemerdekaan.

“Engkau cucu pejuang nak, kakekmu juga seorang pahlawan yang menghabiskan masa mudanya di dalam perang kemerdekaan di Bumi Sriwijaya. Hingga perebutan benteng Victoria di tanah Amboina, kakekmu salah satu perajurit TNI yang ikut terlibat ditengah deru, debu dan peluru pada gempitanya sebuah palanggan yang bersifat einmalig, yang hanya terjadi satu kali, yaitu perang kemerdekaan,” begitu tulis Edward Syah Pernong.

Baca Juga :  Nekad Jambret, Remaja Asal Lampung Timur Diringkus Polisi

Sekh Syarif Abubakar yang merupakan bangsawan keturunan Sultan Mahmud Badarudin 2, seorang pahlawan Nasional dari Palembang itu juga berkisah tentang perjuangan prajurit di masa lalu untuk meraih kemerdekaan.

“Kenapa einmalig,? kenapa hanya terjadi satu kali,? Karena setelah perang kemerdekaan dan telah tegak NKRI, maka kita yakinkan bahwa tidak akan pernah terjadi perang kemerdekaan lagi. Perang ini telah selesai bersama debu kemerdekaan, dan pada episode berikutnya adalah beban kewajiban para putra-putri pertiwi untuk mempertahankan apa yang sudah berdiri,” ulas Pun.

Menurutnya, yang telah direbut dan dirampas dari tangan penjajah, yang telah direbut dengan menumpahkan darah serta konsekwensinya adalah bahwa NKRI ini tetap harus di pertahankan walau aliran darah harus tumpah dari setiap putra Indonesia.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Joni Pencuri Dengan Modus Bantu Melewati Jalan Becek

“Karena itu, saat seorang perajurit TNI gugur di medan tugas, maka ia telah menunjukkan sebagai perajurit yang selalu menepati janji terhadap negeri yang di cintainya,” ujar Edward Syah Pernong.

Sultan kerajaan adat Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung itu juga mengatakan, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya telah menunjukkan kesetiaannya terhadap bangsa meski harus bertaruh nyawa mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hari ini Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya, secara terhormat telah memenuhi panggilan tugasnya. Pecah sebagai ratna, sebuah in memorian. Jalan terhormat yang didambakan setiap perajurit adalah gugur membela negaranya. Selamat jalan jenderal, tidak setiap jenderal bisa mendapat kehormatan ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Kapolres Minta Jaksa Maksimalkan Hukuman Bagi Bandar Narkoba

Tentang Kesetiaan, itulah yang ditunjukkan oleh prajurit kebanggaan bangsa. Rela mati meski peluru musuh menjadi taruhannya, rela gugur demi kehormatan NKRI

“Peluru kelompok kriminal bersenjata yang anti NKRI di papua, yang diberondongkan dari belakang, peluru mengenai kepala tembus ke depan. Telah gugur pahlawanku, tunai sudah janji bhakti. Cintailah negeri ini nak, setia dan istiqomahlah. Dengan kesetiaan itu, NKRI adalah pilihan harga mati karena kakek dan buyutmu ikut memberikan andil untuk tegaknya NKRI,” beber Edward Syah Pernong menceritakan pesan yang dikirimkan Habaib Syrarif Sekh Abubakar kepada pangeran Alprinse Syah Pernong.

Dari kisah dan analisa tersebut, kesimpulannya Tentang Kesetiaan. Kesetiaan yang hakiki tidak pernah luntur, tidak pernah berubah, tidak pernah terkikis, tidak pernah bergeser dan tidak pernah tercemar.

Penulis : SPDB Pangeran Drs.Edward Syah Pernong SH.MH Sultan Sekala Bekhak Yang Di Pertuan Ke 23

Penyunting : Arby Pratama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here