Beranda Headline Tekab 308 Polres Lamteng Ciduk Begal Maut Korban Meninggal

Tekab 308 Polres Lamteng Ciduk Begal Maut Korban Meninggal

86

Caption ilustrasi
Caption ilustrasi

LAMTENG – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah (Lamteng) menciduk seorang tersangka begal yang beraksi dengan melakukan kekerasan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro melalui Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas mengungkapkan bahwa tersangka merupakan DPO Curas yang terbilang licin hingga enam tahun perburuan Polisi baru berhasil ditangkap.

“Kurang lebih enam tahun DPO pelaku curas ini terus diburu oleh Tekab 308 Polres Lampung Tengah. Akhirnya kami berhasil melumpuhkan pelaku berinisial DS umur 22 tahun, warga Dusun I Kampung Gunung Sugih Baru, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran pada hari Jum,at 12 Maret 2021 sekira jam 21.00 WIB,” bebernya, Sabtu (13/3/2021).

Baca Juga :  Suara Tertinggi Di Lampung Tengah,Musa Ahmad Calon Bupati 2021 -2025

Ia menuturkan, DS merupakan satu dari enam pelaku begal. Yang mana lima diantaranya telah tertangkap dan menjalani hukuman. DS dibekuk Polisi di simpang Sidokerto, Kec. Bumi ratu Nuban, Kab. Lampung Tengah.

“Pelaku ini merupakan DPO dengan Nomor : DPO / 09 / VI / 2015 terkenal licin sehingga butuh kehati-hatian dalam penyelidikan. Setelah benar-benar mendapatkan infomasi keberadaan pelaku, lalu dilakukan penyergapan. Pelaku yang berusaha melawan secara aktif terhadap petugas dengan cara berusaha merebut senjata petugas dan bergulat namun dilakukan tindakan tegas terukur sesuai SOP pelaku dapat dilumpuhkan dan dilakukan tindakan medis,” jelasnya.

AKP Edi menjelaskan, kronologi yang dilakukan kawanan begal tersebut melancarkan aksinya saat korban mengedarai sepeda motornya dari Kec. Kota Gajah Kab. Lamteng menuju Bandar Lampung. Saat diperjalanan korban dipepet keenam tersangka serta di tendang hingga korban terjatuh ke parit.

Baca Juga :  Daftar Ketua DPD PAN lamteng' Rasyid Effendi : JIka Terpilih Saya Akan Besarkan Partai

“Pada hari Senin tanggal 18 Mei 2015 sekira jam 22.20 WIB, saat itu korban melakukan perlawanan sehingga ditusuk oleh para pelaku dibagian dada sebelah kanan sebanyak 2 kali. Dan salah satu pelaku melakukan penembakan kemudian sepeda motor korban diambil oleh pelaku. Korban yang mengalami luka ditemukan oleh warga, kemudiaan dibawa ke RS Mardi Waluyo Metro namun akhirnya korban meninggal dunia,” tandasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Pelaku DS terancam pasal 365 Ayat (3) KUHPidana dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here