Beranda Headline Unras di TBL, 100 Personil Polisi Diterjunkan

Unras di TBL, 100 Personil Polisi Diterjunkan

50

LAMTENG – Sebanyak seratus personil Polisi Polres Lampung Tengah beserta BKO Brimob Batayon Gunung Sugih diterjunkan guna mengamankan unjuk rasa (Unras) di PT. Tunas Baru Lampung (TBL).

Waka Polres Lampung Tengah Kompol Suparman, yang memimpin langsung pengamanan Unras yang dilakukan masyarakat Tanjung Ratu Ilir, Kec. Way Pengubuan, Kab. Lampung Tengah menyampaikan bahwa Unras permasalahan HGU itu berlangsung pada Selasa (2/3/2021) sekira pukul 08.00 WIB kemarin.

“Dari permasalahan antara masyarakat dengan TBL adalah arel HGU No 56 Blok C Nomor 57, 58, 59, 60 seluas 248 Hektar masih bersengketa antara masyarakat kampung Tanjung Ratu Ilir dengan PT. TBL soal perpanjangan HGU yang telah habis tanggal 31 Desember 2020,” ujarnya, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga :  Lawan Petugas,Sugiono Di Doorr

Dalam aksi masyarakat tersebut, Kompol Suparman memberikan pemahaman kepada Warga yang menghalangi kegiatan perawatan tanaman Tebu, agar tidak menghalangi kegiatan Karyawan PT. TBL. Selain itu, pihaknya juga meminta peserta Unras tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan serta membubarkan Unras.

“Kegiatan dilanjutkan mediasi antara Kuasa hukum dari masyarakat dengan pihak perusahaan yang diwakili terkait permasalahan sengketa lahan HGU No 56. Pihak kepolisian dalam permasalahan ini hanya bentuk pengamanan, serta di sarankan kepada masyarakat atau yang mewakili untuk melakukan upaya hukum gugatan perdata terkait permasalahan ini sesuai Jalurnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, dalam surat BPN tidak ada penghentian kegiatan hanya penghentian sementara proses perpanjangan HGU No 56, kiranya agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait permasalahan sengketa lahan sehingga tidak timbulnya masalah baru.

Baca Juga :  Merajut Kebersamaan Golkar Lamteng Gelar Buka Bersama

Sementara itu, Kuasa hukum masyarakat, Dicky menyampaikan bahwa sebelum proses gugatan perdata telah dimediasi, pihaknya siap melayangkan gugatan.

“Sampai sedang dalam proses pengajuan, kami akan memberikan pemahaman kepada warga kampung Tanjung Ratu Ilir terkait permasalahan HGU No 56. Kepala Kampung tanjung Ratu Ilir juga menghimbau Warga untuk kembali kerumah serta tidak melakukan perbuatan anarkis,” tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here