Beranda Headline Panglima Alip Jaya Panglima Kerajaan Adat kepaksian Pernong Lampung Apresiasi Kinerja Polda

Panglima Alip Jaya Panglima Kerajaan Adat kepaksian Pernong Lampung Apresiasi Kinerja Polda

435

Caption ,Panglima Alip Jaya Panglima Perang Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong Lampung
Caption ,Panglima Alip Jaya Panglima Perang Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong Lampung

LAMPUNG – Panglima kerajaan adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, Samsuri bergelar Panglima Alif Jaya mengapresiasi kinerja aparat Kepolisian Daerah (Polda) setempat yang telah mengamankan seorang warga Bakauheni diduga pemalsu silsilah keturunan.

Pria yang juga merupakan tokoh adat Marga Ratu Keratuan Menangsi bergelar Kakhiya Paksi Marga itu menilai, langkah Polri dalam menetapkan M Tohir sebagai tersangka telah tepat atas dugaan pemalsuan asal usul keturunan demi kepentingan pribadi.

“Saya yakin yang dilakukan Polda Lampung telah sesuai aturan hukum yang berlaku, karena jika tidak segera di tindak dikhawatirkan berpotensi menimbulkan konflik di masayarakat khususnya di lokasi tanah yang di klaim miliknya dengan mengaku sebagai tokoh adat atau ahli waris dari kepala adat Marga Dantaran yaitu Pengeran Naga Bringsang, dengan cara memalsukan silsilah keturunan marga dantaran, sehingga seolah dia yang berhak atas tanah qdat Marga Dantaran yang berlokasi di Bakauheni,” kata Samsuri, Jumat (18/2/2021).

Baca Juga :  Loekman, Tanamkan Rasa Gotong Royong kepada Warga Seputih Raman

Diberitakan sebelumnya, M. Tohir, Warga Desa Bakauheni Kecamatan Bakaheni, Lampung Selatan, terpaksa harus berurusan dengan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. M. Tohir ditangkap anggota Polda Lampung atas dugaan penggelapan pemalsuan surat asal-usul.

Penangkapan ini atas tindak lanjut dari laporan masyarakat Adat Marga Dantaran yang merupakan salah satu dari 6 Marga saibatin Lampung Selatan, Galih Patih Gemulung, pada September 2020 lalu.

Kuasa hukum pelapor, Supriyanto, S.H mengatakan, perbuatan tersangka diantaranya membuat surat seolah-olah dirinya merupakan keturunan langsung dari Kakhiya Nukhjaya. Padahal faktanya, tersangka bukan keturunan langsung. Tersangka diduga telah melanggar pasal 277 dan 263 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun.

“Tersangka (M. Tohir ) diduga telah membuat surat palsu yang memiliki indikasi menggelapan sejarah atau asal-usul keturunan Sai Batin Marga Dantaran Lampung Selatan. Modusnya adalah dengan membuat dan menggunakan surat palsu berupa silsilah keturunan Kakhiya Nukhjaya dengan maksud untuk digunakan sebagai dasar penguasaan terhadap tanah yang berada di beberapa lokasi di Kecamatan Bakauheni,” terangnya, Kamis (18/02/2021)

Baca Juga :  Keluarga Jenazah PDP Asal OKU Sepakat Pemakaman Di Metro

Dilanjutkan Adjo sapaan akrabnya, untuk menguatkan laporan polisi, pihak pelapor telah menghadirkan ke hadapan penyidik berbagai alat bukti untuk mendukung laporan, baik berupa bukti surat maupun saksi.

“Menurut informasi yang kami dapat, perkara ini sudah masuk pada tahap dua, itu artinya laporan kami telah cukup bukti untuk segera dibawa ke pengadilan.” Jelas Adjo.

Terakhir, saat ini pihaknya sedang mengkaji terkait kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara ini.

“Kita juga sedang berupaya mendalami, apakah ada pihak-pihak lain yang diduga membantu Tersangka untuk membuat surat palsu tersebut. Prinsipnya, kita akan terus mendorong pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara professional dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” terusnya.

Baca Juga :  Tiga Pelaku Pencurian 'Berhasil Di Amankan Tekab 308 Polres TBB

Apabila ditemukan bukti yang mengindikasikan ada pihak lain terlibat dalam dugaan pemalsuan tersebut, atau turut menggunakan surat palsu tersebut untuk mendapatkan keuntungan tertentu, maka pihaknya juga berharap dapat diproses oleh pihak kepolisian sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Dan tentu kita berterimakasih sekaligus mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap dan menuntaskan kasus ini,” tutup Adjo. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here