Beranda Headline Bandar Lampung Empat Kepaksian Tuding Ike Edwin Langgar Tata Titi Adat Paksi Pak Sekala...

Empat Kepaksian Tuding Ike Edwin Langgar Tata Titi Adat Paksi Pak Sekala Bekhak

370

Empat Kepaksian Tuding Ike Edwin Langgar Tata Titi Adat Paksi Pak Sekala BekhakFoto istimewa

SKALABRAKNEWS.COM Bandarlampung : Empat Kepaksian Paksi Pak Sekala Bekhak bersilaturahim ke Kantor Harian Umum Lampung Post, Sabtu, 5 Desember 2020. Kunjungan ini sekaligus meluruskan opini yang disampaikan ke publik selama ini mengenai beberapa hal yang terjadi belakangan.

Puluhan orang yang tergabung dalam Kepaksian Paksi Pak Sekala Bekhak itu diataranya Raja Paksi dan Raja Adat Kepaksian Bejalan Di Way, Dalom Pemanku Alam Kepaksian Belunguh, Batin Sangun Kepaksian Nyerupa dan Mufti Kepaksian serta beberapa Raja Jukkuan Paksi, Panglima, Wakil Panglima, sekretariat gedung Dalom, Humas Hanggum Jejama, hulubalang, puting beliung dari Kepaksian Pernong.

Didalam adat Lampung Saibatin, khususnya di Paksi Pak Sekala Bekhak, penyebutan istana adat/keraton/tempat tinggal Sultan di sebut Gedung Dalom/Lamban Gedung.
Para bangsawan tinggi Kepaksian Paksi Pak Sekala Bekhak dalam penyampaiannya secara bersama-sama meminta masyarakat paham bahwasanya tulisan lamban gedung kuning pada rumah pribadi Ike Edwin yang terletak di Jalan Pangeran Haji Suhaimi Sukarame, Bandar Lampung sangat keliru dan menyalahi aturan tata titi yang ada di kerajaan adat Paksi Pak Sekala Bekhak. Sebab, rumah tersebut bukanlah istana adat/gedung dalom dari salah satu kepaksian.

Baca Juga :  Hari ini HMI Cabang Bandar Lampung Di Lantik

Simbol-simbol kebesaran adat seperti Hejongan Dalom (singgasana sultan), Titi Kuya, Jembatan Agung (talang kuning) yang terpasang di rumah pribadi Ike Edwin hanya boleh dipergunakan oleh Sai Batin/Sultan di Paksi Pak Sekala Bekhak.Dengan demikian, pemakaian simbol-simbol adat tersebut di rumah pribadi Ike Edwin bersifat ilegal dan diminta untuk tidak diulangi kembali,” kata mereka dalam pernyataan sikapnya.

Selain itu menurut para petinggi empat kepaksian Paksi Pak Sekala Bekhak ini, pemegang perangkat kebenaran adat seperti payung agung, tombak (payan), pedang yang sudah ditetapkan oleh pemilik adat dalam hal ini Saibatin atau Sultan secara turun temurun, tidak dapat dialihkan, sehingga penggunaan yang selama ini dilakukan di rumah pribadi Ike Edwin menyalahi ketentuan adat.

Baca Juga :  Tangkal Penyebaran Covid-19, Forum Muli Mekhanai Bagikan Ribuan Masker Gratis di Lampung Tengah

“Saudara Ike Edwin dianugerahi gelar/adok oleh PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong yaitu Batin Perwira Negara. Namun, yang bersangkutan memublikasikan gelar/adok yang menyimpang dari gelar/adok tersebut,” kata mereka dalam pernyataan sikap tersebut.

Kemudian, struktur pemerintahan adat di Kepaksian Pernong, Sultan dibantu oleh Pemapah Dalom, dan Pemapah Dalom dibantu Perdana Mentri dan Perdana Utama.

“Jadi, jabatan perdana menteri di Kepaksian Pernong tidak sama seperti jabatan jabatan Perdana Mentri di Inggris atau di Jepang. Jabatan Perdana Mentri Ike Edwin, hanya untuk Kepaksian Pernong bukan perdana menteri Paksi Pak Sekala Bekhak,” kata para petinggi Kerjaan Paksi Pak Sekala Bekhak.

Selanjutnya, sebagai bagian serta kerabat dari Kepaksian Pernong maka kediaman pribadi Ike Edwin sejatinya hanya digunakan untuk perhelatan adat yang dilakukan oleh Kepaksian Pernong, tidak digunakan oleh Kepaksian yang lain.

Baca Juga :  Dalam Rangka Hari Bhayangkara Jajaran Polres Lamteng Silaturahmi Ke Pondok Pesantren Darussa'adah Mojo Agung

Dampak dari kegiatan-kegiatan adat yang dilaksanakan di rumah pribadi Ike Edwin yang mengatasnamakan Paksi Pak Sekala Bekhak, secara tidak langsung memberikan pemikiran kepada masyarakat awam bahwa kediaman pribadi nya adalah Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak, dapat menimbulkan perpecahan antar paksi dan marga-marga adat yang berada di bawah naungan Paksi Pak Sekala Bekhak, dan telah melukai hati masyarakat adat Paksi Pak Sekala Bekhak.

“Dari uraian tujuh poin yang disampaikan kami berharap saudara Ike Edwin secara sukarela menghapus tulisan Lamban Gedung Kuning tertera di rumah pribadinya. Menurunkan logo-logo kebesaran dan perangkat adat Paksi Pak Sekala Bekhak yang telah melekat di kediaman Ike Edwin. Tidak melaksanakan prosesi adat yang mengatasnamakan kerajaan adat Paksi Pak Sekala Bekhak, kecuali atas titah atau restu dari PYM/Sultan,” Ujar Para Bangsawan Tinggi Kerajaan mengakhiri jumpa pers(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here