Anggota Komisi III DPR RI Kunjungan Kerja Ke Polres Metro

METRO – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Nasdem, Taufik Basari mengunjungi Polres Metro dalam rangka agenda reses pada, Kamis (22/10/2020).

Dalam agenda reses tersebut, anggota Komisi III DPR RI dari fraksi partai Nasdem itu datang ke Mapolres Metro untuk mensosialisasikan rencana rancangan UUD tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang saat ini sedang dilakukan oleh fraksi Nasdem di DPR-RI.

“Sebagaimana tugas komisi III dibagian hukum, tentunya mitra kerja kami salah satunya adalah Kepolisian, jadi jika ada kendala atau saran yang berkaitan dengan tugas Kepolisian dapat disampaikan dan akan saya bawa atau teruskan ke Pusat,” Ucap Taufik Basari.

Baca Juga :  Polisi Amankan Pemuda Pengedar Narkoba Di Metro

Dia menjelaskan, dalam kunjungannya juga dia memaparkan pesan kepada jajaran Polres Metro yang diantaranya terkait dengan isu terkait perlindungan perempuan dan anak serta keadilan restoratif bagi para pelaku kejahatan.

“Mengingat bahwa pidana itu harus menjadi upaya paling terakhir, jika ada perkara yang masih bisa diselesaikan di luar proses pidana dan sebisa mungkin dilakukan untuk perkara-perkara kecil. Tapi tetap berjalan untuk perkara besar. Itu semua tentang Peraturan Kapolri terkait dengan keadilan restoratif perkap nomor 6 tahun 2019 tentang Polres Metro lebih paham Untuk memanfaatkan ini tentu harus tepat sasaran,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Metro, Retno Priharwati, pihaknya mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi perhatian dari keadilan restoratif dengan perempuan dan anak.

Baca Juga :  Persikomet Kota Metro Juara 3 Piala Soeratin U15 Di Blitar

“Dengn keadilan restorasi artinya tidak semua permasalahan-permasalahan Yang dilaporkan itu harus diselesaikan dengan efek penjatuhan hukuman. Akan tetapi ada mekanisme serta metode yang disusun terkait dengan hukumannya. Biasanya dengan penganiayaan ataupun perselisihan, sebenarnya itu tidak perlu dibawa ke pengadilan dan itu masih bisa diselesaikan di lingkungan kekeluargaan. Termasuk kejadian yang terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga,” tutup Kapolres. (*)