PPDR Bagikan Ratusan Masker dan Sosialisasikan Protokol Kesehatan Kepada Masyarakat Kota Metro

METRO – Menyikapi melonjaknya angka penderita Covid 19 di Kota Metro. Para pemuda yang tergabung dalam Purna Pasukan Dewa Ruci SMP Negeri 7 Kota Metro mensosialisasikan Protokol kesehatan serta membagikan ratusan Masker kepada masyarakat di alun alun Taman Merdeka Kota Metro, Minggu 20/9/2020.

Dicky Nanda yang merupakan koordinator Lapangan mengatakan kesempatan waktu ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat Kota Metro dalam bentuk kegiatan membagikan masker dan mesosialisasikan protokol kesehatan.

“Ini merupakan salah satu langkah dari program bersama teman-teman purna PDR SMP Negeri 7 Metro, masih banyak program berbasis sosial yang nantinya akan kita realisasikan, kegiatan kita tidak hanya membagikan masker namun kita juga mengedukasi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan juga dasar kemanusiaan kita bergerak bersama-sama,kita semua berharap dunia kembali pulih,kembali normal, ayo kita semua dukung langkah pemerintah dalam upaya penecegahan virus corona ini,” Ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan alumni Pasukan Dewa Ruci SMP Negeri 7 Metro Dedi Setiawan mengatakan, kegiatan membagikan masker kepada masyarakat tersebut merupakan esensial dari program bersama serta merupakan kepekaan sosial terhadap keberlangsungan peradaban di Kota Metro.

Baca Juga :  Kapolres Metro Himbau Masyarakat Tolak Hoax

“Sehubungan dengan terus meningkatnya penderita covid 19 di Kota Metro, saya bersama teman-teman Purna, berinisiatif menyisihkan sebagian uang untuk membuat 250 masker yang akan kita bagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan diseputaran taman kota, hal ini juga program bersama Alumni PDR SMP Negeri 7 Metro untuk terjun langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Dedi juga menjelaskan Purna PDR sendiri bentukan dari para alumni Pramuka SMP Negeri 7 Kota Metro yang didukung para guru agar silahturahmi antar alumni tetap terjaga.

“Kami semua alumni SMP Negeri 7 Metro, dan ada juga adik adik yang masih aktif didalam, atas arahan para guru, dan sehubungan telah terbitnya perwali No. 39 Tahun 2020 tentang sanksi Protokol kesehatan, kami bersama ikut membantu pemerintah Kota Metro untuk mensosialisasikan aturan Perwali tersebut, serta membagikan masker bagi masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya protokol kesehatan,” ujarnya

Lebih lanjut, “Alhamdulillah kegiatan kami direspon positif oleh masyarakat, saya berharap dengan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, serta mengerakkan para pemuda lain untuk dapat melakukan hal serupa demi memutus mata rantai penularan Covid 19 di Kota Metro,” tungkasnya.

Baca Juga :  Disporapar Metro dan Rumah Mode Jan Ayu Tampilkan Tema MILLENISENCE Dalam Lampung Fashion Show 2019

PERATURAN WALIKOTA NO 39 TAHUN 2020

Pemerintah Kota Metro mengeluarkan Peraturan Walikota nomor 39 tahun 2020 tentang penerepan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Metro.

Dikeluarkannya Perwali tersebut merupakan ajakan kepada masyakarat untuk mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan 3 M, Mencuci Tangan, Memakai Masker serta Menjaga Jarak dan Tidak Berkerumun.

SANKSI JIKA MELANGGAR

Langkah pemerintah Kota Metro dalam upaya penerepan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Metro tak main-main, dalam Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2020 tersebut juga memasukkan kebijakan sanksi sosial bagi pelanggar protokol kesehatan.

Sanksi tersebut tidak hanya berlaku untuk perseorangan saja, dalam Perwali tersebut sanksi juga akan merujuk kepada pelaku usaha,pengelola,penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum.

Baca Juga :  Anggota DPRD Metro Akan Dapat 5 Stel Baju

Berikut Sanksi yang akan diterima bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

1. Sanksi Teguran Lisan dan Tertulis

 Jika melanggar Protokol Kesehatan, para pelanggar ditutut untuk berjanji dan tidak mengulangi pelanggaran serta penandatanganan kesanggupan untuk mematuhi protokol kesehatan.

2. Kerja Sosial 

 Para pelanggar tersebut ditutuu untuk mengucapkan persyaratan minimal protokol kesehatan atau melakukan praktek mencuci tangan,mengucapkan pancasila,menyanyikan lagu Indonesia Raya serta kerja sosial membersihkan tempat umum selama 30 menit.

3. Penutupan Sementara Penyelenggaraan Usaha Hingga Penghentian.

 Imbas dari melanggar protokol kesehatan bagi pelaku usaha adalah Penutupan Sementara Penyelenggaraan Usaha Hingga Penghentian selama 3×24 jam jika ditemukan klaster baru dipusat kerumunan banyak orang,seperti pasar,pertokoan,dan lainnya dan akan ditutup sementara selama 14 hari guna mensterilkan lokasi tersebut.

Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2020 tersebut akan diberlakukan per tanggal 21 September 2020 atau tepatnya besok senin. 

Dengan berlakunya Perwali tersebut diharapkan akan menuai perhatian bagi masyarakat Kota Metro untuk mematuhi protokol kesehatan. (Dicky)