Beranda Ekbis Di Demo Serikat Buruh, DPRD Sepakat Tolak RUU Cilaka Omnibus Law

Di Demo Serikat Buruh, DPRD Sepakat Tolak RUU Cilaka Omnibus Law

71

Di Demo Serikat Buruh, DPRD Sepakat Tolak RUU Cilaka Omnibus Law

SKALABRAKNEWS.COM METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro sepakat untuk menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) dalam konsep Omnibus Law yang tengah digodok pemerintah. Itu setelah ditandatanganinya kesepakatan penolakan RUU tersebut dalam aksi demo yang digelar Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Konfederasi Serikat Nasional (KSN) Cabang Kota Metro, di Gedung DPRD setempat, Kamis (13/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Metro Ahmad Kuseini menyatakan sikapnya dan menyetujui penolakan RUU tersebut. Mewakili DPRD, ia juga mendantangani penolakan RUU tersebut. “Melihat dan membaca beberapa poin tadi, DPRD sepakat untuk menolak RUU tentang Cilaka,” tegasnya di depan para pendemo.

Baca Juga :  Ketua DPRD Metro Hadiri BIO EXPO 3 2019 AMPIBI Universitas Muhammadiyah Metro

Sementara itu, dalam aksinya pendemo menilai bahwa RUU tersebut akan menciptakan flesibelitas pasar tenaga kerja. Dengan adanya sistem tersebut maka akan berdampak pada tidak adanya kepastian kerja dan pengangkatan karyawan tetap (PKWTT) bagi pekerja. Ini mengingat dengan adanya aturan tersebut maka semua jenis pekerjaan bisa di-outsorsing.

“Dengan adanya aturan ini juga menghilangkan upah minimum. Karena RUU ini menghendaki upah per jam yang akan membuat jam kerja lebih fleksibel, sehingga merugikan kaum buruh apabila tidak dapat bekerja karena sakit, cuti melahirkan dan lainnya,” ujar Susilo perwakilan buruh.

Tidak hanya itu, dengan Disusunnya RUU tersebut juga dapat mengurangi bahkan menghilangkan pesangon. Ini mengingat dalam aturan tersebut jika terjadi PHK maka akan akan diberikan tunjangan PHK yang besarannya mencapai 6 bulan upah. Tentu ini akan jauh berbeda dengan pesangon yang diatur dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Baca Juga :  SPDB Pangeran Edward Syah Pernong Anjau Silau Ke Kantor SKU Medinas Lampung

Selanjutnya, RUU tersebut juga dinilai membuat lapangan pekerjaan yang Tersedi berpotensi diisi tenaga kerja asing unskill. Kemudian adanya penghapusan pidana ketenagakerjaan dan jaminan sosial terancam hilang.

“Jaminan sosial ini terancam hilang karena sistem kerja yang fleksibel. Tidak hanya itu, tanpa adanya sanksi pidana pengusaha juga akan ogah membayarkan dan mendaftarkan pekerjanya pada BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here