Beranda Headline Diskominfo Metro Bakal Evaluasi Kerjasama Media Online

Diskominfo Metro Bakal Evaluasi Kerjasama Media Online

135
Diskominfo Metro Bakal Evaluasi Kerjasama Media Online

SKALABRAKNEWS.COM METRO – Manusia modern tidak lagi dapat hidup tanpa mendapatkan suguhan pers, yang memenuhi masyarakat akan informasi. Dalam perkembangan baru ini, maka dalam bidang pers, dipergunakan pula istilah “pers dalam arti luas” yang tidak hanya mencakup media cetak saja akan tetapi juga media online.

Media memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan sebuah informasi berupa berita yang menarik dan sesuai fakta, untuk itu dibutuhkan seorang pewarta atau wartawan untuk mencari dan menghasilkan informasi.

Di Kota Metro marak media online tanpa pewarta (wartawan) yang dirasa merugikan media online lain yang benar-benar aktif melakukan peliputan dan memberikan informasi sesuai fakta.

Terlebih, media Online tanpa pewarta tersebut kerap mencuri berita dengan cara Copy Paste berita.

Baca Juga :  Keluarga Jenazah PDP Asal OKU Sepakat Pemakaman Di Metro

Hal itu juga berdampak pada kerjasama publikasi antara media dan pemerintah. Dimana media Online tanpa wartawan tersebut mengambil keuntungan pribadi dari hasil kerjasama publikasi dengan meng-Copy Paste berita dari online lainnya atau dari Website yang ada untuk pencairan dana kerjasama dengan pemerintah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Metro, Farida mengungkapkan, dana kerjasama publikasi dengan media yang dinilai minim sangat berdampak pada pembayaran publikasi untuk media Online. Pasalnya, keberadaan media Online semakin bertambah.

“Tahun kemarin, kerjasama publikasi antar Kominfo dan media Online sekitar Rp 1.500.000 perbulan. Tapi tahun ini turun menjadi Rp 1.200.000 perbulan. Itu karena banyaknya media Online jadi harus dibagi rata untuk semua media Online yang kerjasama dengan Kominfo,” kata Farida, Rabu (29/5/2019).

Baca Juga :  Ops. Patuh Krakatau 2018 Dimulai, Ini Sasaran Polres Metro

Dia menjelaskan, dari pembayaran Rp 1.200. 000 tersebut, juga dikenakan PPN 10% dan PPh 2%, dari Rp. 1.200 .000,- menjadi sekitar Rp.1.069.091 perbulan. “Dana itu masih dikenakan pajak. Dan pembayarannya juga setiap tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Oleh karenanya, kedepan pihaknya akan melakukan verifikasi daya media Online untuk meminimalisir media online yang dimanfaatkan oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi.

Sementara, Kepala Bidang Informasi Dinas Kominfo, Yuda Yunianto, mengatakan. Dalam melakukan verifikasi data media Online yang benar-benar aktif dilapangan melakukan pelipatan pihaknya mengaku sudah mendapatkan rujukan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Lampung.

“Kami akan melakukan verifikasi media sesuai yang dianjurkan dengan BPK. Dimana nantinya akan dibuatkan perwali untuk meminimalisir media yang tidak aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan Polres Metro Sambangi Ponpes

Menurutnya, kondisi memprihatinkan tersebut sangat dirasakan media Online yang wartawan aktif melakukan pelipatan kegiatan Pemkot Metro.

“Kalau satu orang pegang dua media kan tidak elok juga. Apalagi beritanya sama semua, itu kan seperti Copy Paste. Kasian Kawan-kawan media yang benar-benar melakukan peliputan dan yang membuat beritanya,” tambahnya. (Nanda).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here