Beranda Headline Adventorial DPRD Lamteng Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2018

DPRD Lamteng Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2018

79
DPRD Lamteng Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2018Foto DPRD Lamteng Gelar rapat Paripurna penyampai LKPJ THN 2018

SKALABRAKNEWS.COM LAMTENG : Rapat paripurna DPRD Lamteng Tentang Penyampaian Pidato Nota Pengantar laporan Keterangan Pertanggung jawaban Bupati Lamteng Tahun 2018.Senin (1/4/19)

DPRD Lampung Tengah akan membentuk panitia khusus (pansus) menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj.) Bupati Lamteng TA 2018. DPRD menarget satu bulan ke depan akan ada rekomendasi ke Pemkab Lamteng.

Wakil Ketua II DPRD Lamteng Riagus Ria menyatakan pihak masih akan bekerja menyikapi LKPj. TA 2018 yang disampaikan bupati. “Kita masih akan bekerja. Kita bentuk pansus untuk melihat LKPj. TA 2018. Satu bulan ke depan akan ada rekomendasi dari DPRD,” katanya via telepon rabu (3/4).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Bagikan 814 Sertifikat Tanah Wakaf Di Masjid Istiqlal

Perihal apa yang akan disikapi, Riagus menyatakan terkait pendapatan daerah yang tidak mencapai target. “Ya, kita lihat soal pendapatan daerah yang tak mencapai target. Terutama masalah transfer daerah dari pusat yang tidak tercapai,” ungkapnya

Sekadar diketahui, Pemkab Lamteng menargetkan pendapatan daerah 2018 sebesar Rp2.546.700.281.403 dan terealisasi Rp2.474.608.077.334 atau sebesar 97,17%. Ini berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj.) Bupati Lamteng TA 2018, Selasa (2/4).

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto dalam pemaparannya
Realisasi pendapatan daerah berasal dari PAD, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah. “PAD sebesar Rp165.411.403.889,54; dana perimbangan Rp1.808.254.062.561; dan
lain-lain pendapatan yang sah Rp496.571.666.757.06,” katanya dalam sidang paripurna DPRD Lamteng, Selasa (2/4).

Baca Juga :  Forkompimda Diskusi Menuju New Normal Dengan Dewan Riset Daerah

Kemudian belanja daerah 2018, kata Loekman, ditargetkan Rp2.600.914.765.683 dan terealisasi Rp2.388.867.28l.594,57 atau sebesar 91,85%. “Realisasi belanja ini dipergunakan untuk belanja tidak langsung Rp1.469.643.931.275,86. Yakni untuk belanja gaji pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan pemprov dan desa, serta belanja tak terduga. Lalu belanja langsung Rp919.223.395.318,71 yang dipergunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan bidang urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib non pelayanan dasar, urusan pilihan, dan urusan penunjang,” ujarnya.

Selanjutnya pembiayaan daerah, kata Loekman sisa lebih pembiayaan anggaran daerah (Silpa) 2018 sebesar Rp139.955.235.020,15. “Silpa 2018 sebesar Rp139.955.235.020,15,” ungkapnya.(ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here