Beranda Headline Kunjungan Kerja Ke Jepang Pangeran Edward Kunci Guru Yudo

Kunjungan Kerja Ke Jepang Pangeran Edward Kunci Guru Yudo

144
Kunjungan Kerja Ke Jepang Pangeran Edward Kunci Guru YudoFoto Momen Pangeran Edward Kunci Guru Yudo Di jepang tahun 2005 silam

SKALABRAKNEWS.COM Jepang : tokyo , tahun 2005 Hari itu tepat di mana ketika bunga sakura masih merekah indah di setiap sudut hingga sekitar halaman istana kekaisaran Jepang, moment indah bersama bunga sakura itu dirasakan langsung oleh beberapa orang bhayangkara yang sedang mengemban tugas POLRI untuk studi banding di Kepolisian Jepang, management police station , salah satunya ia adalah Kombes pol Drs Pangeran Edward Syah Pernong , Sh, Mh , yang kala itu sedang menjabat Kapolres Metro Bekasi.

Dari banyak rangkaian kegiatan di negeri sakura itu, salah satunya adalah pengenalan beladiri ala Jepang, saat itu Coach Yudo yang sedang memperkenalkan tekhnik beladiri untuk para anggota kepolisian jepang yang mana secara tak direncanakan mereka mempersilahkan kepada Pun Edward maju, maksudnya untuk sharing pengetahuan, tapi apa yang terjadi, saat keduanya saling berdekatan, Sang Guru Yudo memegang tangan Pangeran Edward kemudian menariknya,kesiap siagaan yang tak pernah lepas dari Sai Batin Kepaksian Pernong itu membuatnya refleks menahan tarikan tangan itu.Pun Edward tak ingin terjadi hal yang merugikan dirinya, karena sifat dari kesatria adalah kesiap-siagaan, dan langsung saja membalas tarikan tangan itu tapi karna mengira bahwa sang pelatih yudo hanya memberikan contoh ringan saja maklum fikir pangeran masak tamu mau d kunci , gak tau nya tdk begitu , tiba tiba pangeran dibanting utk di kunci , tp sebagai kenshi kempo mantan yogya sang pengeran mengkaitkan kaki ke arah leher sang pelatih dengan gerakan lilik cambai sehinga sama sama terjatuh , menyadari sang pelatih mau unjuk gigi di depan tamu yang nota bene polisi indonesia , maka sang pangeran kemudian, setelah berdiri mengambil langkah lebih cerdik sambil berpura pura bertanya bagaimana jurus itu tadi ?! , sambil menyodorkan tangan nya sambil se olah santai dan guyonan agar sang pelatih tidak siap pelatih dengan badan kekar besar dan tinggi 180 cm dan berat badan di atas 200 poun ini harus di hadapi dengan cerdik , saat jepang tersebut memegang tangan pangeran langsung hendak di masukkan jurus KOTE NUKI jurus shorinji kempo , oleh sang pangeran , tapi saat di tarik kebawah secara tiba tiba , si jepang rupanya antisipasi langsung memegang pakai tangan dua , menyadari hal tesebut , pangeran mengambil cara lain , yaitu terpaksa tangan di naikkan kedepan dada, karna tenaga sang jepang kuat sekali mungkin 10 kali lipat dari tenaga pangeran , maka saat sang jepang lengah pangeran menggeser kaki kanan nya kedepan lalu menekuk tangan sang jepang kebawah lalu diputar dan di kunci sampai menjerit… di kunci URA KATAME … yang menonton bertepuk tangan ..

Baca Juga :  Tabrak Truk, Remaja Di Kota Metro 2 Meninggal Di Tempat 1 Kritis

“dalam hati pangeran , gile kuat banget , tenaga nya jepang ini , kalau tidak pakai jurus tipu tipu dikit supaya dia lengah .. cukup berat bikin dia nekuk terkunci.. baru setelah itu sang pangeran menyampaikan saya KENSHI Shorinji Kempo ….Sang Guru Yudo pun membungkuk haik haik ! . Semua yang ada di ruang pelatihan itu akhir nya menghela nafas kemudian tertawa sambil bertepuk tangan.Beruntungnya, moment lucu sekaligus menegangkan itu terekam dalam video dan foto oleh rekan Pangeran Edward , Imam saputra , saat ini tugas d polda Riau yg langsung mengabadikan.

Di dunia kepolisian, sosok Jendral mantan kapolda lampung ini memang dikenal punya nyali , tidak jago kandang tapi di manapun ditugaskan terbukti berprestasi dalam pencapaiannya khususnya lagi di bidang reserse, jarang ada karier seorang perwira polisi non akpol yang mampu mencapai Jabatan-jabatan strategis seperti Pangeran .

Pribadi yang tangguh dan bernyali itu sebetulnya tidak datang begitu saja, karena ternyata sejak kecil Pangeran Edward telah dipersiapkan oleh Kakeknya untuk kelak menjadi seorang Sai Batin, tutukan sai nyaccan Kepaksian Pernong kerajaan sekala brak .mengingat tugas seorang Sai Batin sebagai Raja, sultan bukanlah hal yang ringan, ia harus mampu menjadi pelindung dan pengayom bagi masyarakatnya,

Baca Juga :  Semarakkan Ramadhan, Santri Lapas Gunung Sugih khatam Alqur’an setiap hari

oleh karena itulah semenjak Pangeran Edward Syah Pernong dari sekolah SD sudah diajarkan ilmu-ilmu beladiri atau pencak silat khas daerah nya , dimana sang Pangeran dicarikan guru dari Pendekar-Pendekar terkenal di Sekala Brak pada masa itu, hanya saja guru yang ditunjuk untuk mengajari adalah dari luar Kepaksian Pernong, karena menimbang Pangeran Edward adalah anak Sai Batin atau Putra Mahkota Kepaksian Pernong maka dikhawatirkan nantinya antara guru dan murid tidak sepenuh hati lantaran ada rasa sungkan jika mendidik terlalu keras terhadap calon pimpinan dan anak dari Sultan mereka.

Maka akhirnya sang pangeran dicarikan pendekar dan berguru kepada Pendekar Mat Paya dari Bandakh Luppak Way Belunguh dan Mat Umar dari Kedamaian Belunguh ( mat umar ini mmg sejak kecil ikut di gedung Kepaksian Pernong , punya putra nama nya mat arsyad ikut melatih pangeran waktu kecil dengan tinggal di semaka ) , tehadap pendekar mat paya dan mat umar , sang pangeran belajar silik melayu.

Selain dua pendekar tadi ada juga Tuyuk Madat dari Gedung Kenali yang menjadi guru silek Pangeran Edward dalam hal jurus yang sangat berbahaya yaitu Takkok Khusia dan Bunuhan , “ bulak balik dari pasar koga tuyuk madat ngajar saya silik “ kenang sang pangeran , dari tuyuk madat ini banyak sekali
Sang pangeran mendapat pelajaran ilmu-ilmu batin, yang diantaranya adalah Penggemokh / Penggetak, Penglimunan dan juga Ittakh Selisih , Sedangkan dari kakeknya sendiri mengajarkan tentang Ittakhan bakas nunggal … arti nya kalau memang mau mendatangi situasi yang pasti akan ribut maka saat kita sampai di tempat tesebut hanya kita yang laki laki .. semua yang ditempat tsb hati nya bak seperti perempuan , dalam istilah lampung , nyunyin kabanan disan Handak mata , handak jappal , ikkah kkham sai khagah…. selain itu ada Lapahan Zal , dipakai untuk mengetahui perhitungan kapan waktu yang tepat untuk berangkat kalau berperang atau melawan musuh dalam pertempuran.

Baca Juga :  Pangeran Edward Syah Pernong Kirim Doa Duka Untuk Kesultanan Kesepuhan Cirebon

Kemudian saat SMA Pangeran Hijrah ke Jogja untuk berkuliah, sejak SMA inilah ia memilih untuk mendalami ilmu beladiri Shorinji Kempo , sambil bergumam sang pangeran mengenang berat dan capek serta keras nya tempaan para SEMPAI nya saat belajar kempo di zaman itu , “ sambil tersenyum menyampaikan pd penulis , saat itu kalau sdh latihan d dojo kempo maka tiga jam latihan hak azasi kita tdk berlaku , begitulah keras nya latihan kempo , luar biasa , entah sekarang .. apa masih seperti itu, tukas nya .

Bekal ilmu beladiri itulah salah satunya yg dominan adalah Shorinji Kempo yang membuat Pangeran Edward sangat percaya diri dan bernyali tinggi baik dalam keseharian selama bersekolah di yogya maupun dalam meniti kariernya di kepolisian, “seorang kenshi yang terlatih sulit untuk dikalahkan , saya sudah rasakan itu , saat saya masih remaja saat bersekolah di yogya …begitu juga khususnya selaku Sai Batin Raja Adat di Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak sangat berkomitmen dengan pelestarian budaya khususnya tradisi pencak silat di Bumi Sekala Brak, terhitung ada ratusan jumlahnya pendekar silat Kepaksian Pernong saat ini baik yang berada di sekala brak maupun yang menyebar diberbagai tempat, bahkan untuk melatih pengawal pribadi sultan dikirm lah para anak anak muda tersumpah dilatih selama lebih dari dua tahun , berlatih silat kumango , lintau dan stralak di tanah datar Pagaruyung , kemudian di lantik menjadi pengawal Puting Beliung , pendekar nya Segedung batu bkhak , dan hingga kini generasi demi generasi pelatihan pencak silat pun masih terus berlanjut di banyak pekon yang ada diwilayah Kepaksian Pernong sekala brak sebagai bagian pemeliharaan tradisi ke kesatriyaan budaya lampung , Semoga setiap pemberani dan para pendekar Kepaksian Pernong Sekala Brak mampu meneladani komitment Sultannya tehadap pelestarian budaya yang dibuktikan dengan prestasi. Amin.Di kutip dari iglobalnews.co.id setelah sedikit di edite degan konfirmasi tehadap nara sumber langsung.

Editor : Ahes/N.Saliwa.