Modus Kredit Fiktif, Uang Anggota Koperasi APS Raib

Modus Kredit Fiktif, Uang Anggota Koperasi APS Raib

SKALABRAKNEWS.COM Metro – Kemelut persoalan perkoperasian di Kota Metro kembali lagi terjadi, kali ini ratusan anggota Koperasi simpan pinjam Amanah Prima Sejahtera (APS), yang beralamat di jalan Soekarso no 9A Kota Metro, mempertanyakan uang deposito dan tabungan mereka yang sudah jatuh tempo pengambilannya di Koperasi tersebut. Namun, Koperasi tersebut tidak mampu membayarkan uang deposit dan tabungan milik anggotanya.

Indra Duarsa salah seorang yang mengaku mendapat hak kuasa dari keluarganya untuk mencairkan deposit di Koperasi APS merasa kecewa, pasalnya saat Indra mendatangi kantor Koperasi simpan pinjam tersebut para pengurus tidak dapat membayar uang deposit milik mertuanya senilai Rp 90 juta yang sudah jatuh tempo dan harus dibayarkan oleh pihak Koperasi .

Baca Juga :  Pjs Gubernur Lampung Larang Pejabat Gunakan Randis

“Ya saya kaget aja mas, masak uang deposit milik mertua saya yang sudah dikuasakan kepada saya untuk mencairkan di APS tidak dapat ditarik, pengurus selalu menjanjikan nanti dan nanti, mereka hanya akan mencicil penarikan uang tersebut sebesar Rp 2 juta setiap bulan, ya saya tolak, bahkan anggota lain, ada yang deposit dan tabungannya mencapai milyaran,”ucap Indra Duarsa, Senin 29 Januari 2019.

Dirinya menduga, Koperasi APS mengalami kolep lantaran ketidak beresan pengurus dalam mengelola Keungan. Bahkan menurut Indra, tidak hanya dirinya yang tidak bisa mencairkan uang deposit yang sudah jatuh tempo, ratusan anggota Koperasi APS lainya mengalami hal yang sama, sehingga diprediksi uang miliyaran rupiah milik anggota raib tanpa bisa dipertanggungjawabkan oleh pengurus.

Baca Juga :  DPRD Kota Metro Gelar Paripurna Hari Jadi Provinsi Lampung Ke 55

“Terkait permasalahan ini, saya mensomasi pengurus APS dan akan melakukan tindakan hukum kepada mereka, jika para pengurus tidak dapat memenuhi kewajibanya melunasi deposit milik keluarga saya yang sudah jatuh tempo,”tegasnya.

Langkah hukum yang akan ditempuh oleh Indra bukan tanpa alasan, pasalnya, Ia menduga ada tindak penggelapan, penipuan dan pemberian kredit fiktif sehingga koperasi APS mengalami kebangkrutan. Namun, sebelum langkah hukum ditempuh oleh Indra, pihaknya meminta untuk dilakukan rapat anggota luar biasa oleh pengurus Koperasi agar kedepanya hal serupa tidak terulang kembali.

Sementara, Erwin Jdunaidi salah seorang anggota tim editor internal Koperasi APS saat dikonfirmasi mengakui bahwa, terjadinya kemacetan pembayaran deposit maupun tabungan milik anggota lantaran mis managemen, hal ini mengakibatkan kondisi keuangan di Koperasi APS menjadi buruk dan mengalami kebangkrutan. Menurut Erwin, melihat kondisi seperti ini 80 persen uang milik anggota atau nasabah sulit untuk dikembalikan oleh pihak APS.

Baca Juga :  Silaturahmi Kediaman Caleg Terpilih DPR RI Muklis Basri,Rosim Nyerupa : Ketokohan Beliau Sudah Mengakar Ke Masyarakat

Selaku Tim Audit Internal, Erwin menyarankan kepada Pengurus APS agar tetap mengaktifkan kembali secara serius penagihan kepada nasabah yang macet dalam pinjaman.

“Langkah selanjutnya saran saya kepada pengurus, agar mencari sumber dana lain untuk melunasi atau membayar uang deposit atau tabungan milik anggota yang sudah jatuh tempo pengambilanya,” tandas Erwin. (red)

Comment here