Beranda Headline Waspada! Penderita DBD Di Metro Bertambah

Waspada! Penderita DBD Di Metro Bertambah

102
Waspada! Penderita DBD Di Metro Bertambah

SKALABRAKNEWS.COM Metro – Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Metro awal 2019 ini mengalami peningkatan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro dr. Silfia Naharani mengatakan per tanggal 28 Januari 2019, jumlah penderita DBD di Bumi Sai Wawai sebanyak 65 kasus.

“Iya sudah naik lagi. Dari dua minggu lalu yang berjumlah 60 kasus, sekarang menjadi 65 kasus. Memang meningkat karena siklus 5 tahunan,” kata Silfia, Rabu (30/1/2019).

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut Kelurahan Yosodadi paling banyak masyarakat yang terjangkit DBD dengan jumlah 23 kasus. Diikuti Iringmulyo 14 kasus, Yosomulyo dan Hadimulyo Timur 8 kasus, Banjarsari 6 kasus.

“Di Puskesmas Purwosari yang cakupanya dua wilayah yakni Kelurahan Purwosari dan Purwoasri sebanyak 2 kasus, Karangrejo 3 kasus, Kelurahan Metro dan Hadimulyo Barat 3 kasus,” jelasnya.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Metro Minta Pemkot Perhatikan Sarana Infrastruktur

Dikatakanya, Kecamatan Metro Selatan menjadi wilayah tidak jarang terjadi penyebaran DBD. Sebab, jarak antar rumah di kecamatan tersebut masih cukup jauh.

“Dari dulu memang wilayah sana paling sedikit. Sejauh ini tidak ada yang dari sana. Kalaupun ada biasanya dari tempat umum seperti sekolah dan lainya,” katanya.

Menurut Silfia, Dinkes sudah melakukan penyuluhan mengenai penyakit DBD dan juga gerakan 4 M plus yakni menutup, menguras, mendaur ulang dan memantau jentik nyamuk.

“Kita sudah ada gerakan satu rumah satu jumantik. Jadi disetiap rumah itu, anggota keluarga yang menjadi juru pemantau jentik nyamuk,” katanya.

Ia menambahkan, upaya fogging akan dilakukan ketika hasil penyelidikan dan pemantauan PE positif DBD.

Baca Juga :  Soal Sampah Di Kota Metro, Dicky : Harus Malu Dengan Penghargaan Kebersihan Yang Diraih

“Tidak bisa sembarangan di fogging. Harus dilakukan beberapa uji dulu. Kami juga mengimbau agar masyarakat Kota Metro untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena kalau masyarakat tidak ikut berperan aktif ya sama saja,” tambahnya. (Nanda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here