Beranda Headline Adventorial Komisi II DPRD Kota Metro Soroti Proyek Flaying Fox dan Samber Park

Komisi II DPRD Kota Metro Soroti Proyek Flaying Fox dan Samber Park

71
Komisi II DPRD Kota Metro Soroti Proyek Flaying Fox dan Samber Park

SKALABRAKNEWS.COM METRO – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro meminta sarana wisata Flying Fox yang berlokasi di Kelurahan Sumber Sari, Kecamatan Metro Selatan, dapat dioperasikan pada tahun ini (2019).

“Meski pekerjaannya tidak rampung sesuai kontrak, karena baru 90 persen, kami minta tahun ini wahana Flying Fox bisa dioperasikan. Intinya, kami ingin Flying Fox ini bisa beroperasi, jadi tidak mangkrak”, tegas Anggota Komisi II DPRD Metro Alizar, Senin (21/1/19) kemarin.

Karenanya DPRD Kota Metro, melalui Anggota Komisi II juga meminta kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat untuk dapat segera memastikan masalah kenyamanan dan keamanan wahana tersebut.

Baca Juga :  Baguna Kembali Apresiasi Pers, Kali Ini IWO Jadi Sasaran

“Tolong sekali perhatikan keamanan pada perlengkapan yang digunakan nanti. Dan harus dicantumkan juga asuransi pada tiket. Agar masyarakat merasa aman saat memainkan wahana Flying Fox itu”, tambah Alizar.

Selain wahana wisata Flying Fox, Alizar juga menyoroti masalah pembangunan yang berada di areal Sambar Park. Menurutnya, jangan sampai pembangunan yang bertujuan untuk menata pedagang tersebut, tidak dapat berjalan sesuai rencana. “Bangunan itu kan untuk pedagang, nah maksud kami pendataan pedagang yang akan menempatinya nanti harus tepat. Jangan sampai tujuan kita untuk menata pedagang malah tidak sesuai rencana atau malah menimbulkan persoalan baru. Pesan kami prioritaskan dulu pedagang yang sudah lama berjualan di sana”, ujarnya

Baca Juga :  Soal Sampah Di Kota Metro, Dicky : Harus Malu Dengan Penghargaan Kebersihan Yang Diraih

Sementara itu Kepala Disporapar Kota Metro, Yerri Ekhwan mengakui, jika pembangunan wahana wisata Flying Fox tidak terlaksana sesuai kontrak, karenanya pihak ketiga meminta perpanjangan waktu. Namun, dalam perpanjangan waktu tersebut rekanan harus menanggung denda sekitar Rp 11 juta. Tetapi setelah diberikan perpanjangan waktu pun pekerjaan tersebut tetap tidak selesai sesuai kontrak.

“Dalam prosesnya, pembangunan Flying Fox itu harus selesai 20 Desember 2018, tapi pihak rekanan meminta perpanjangan waktu agar dapat sesuai target mereka 100 persen. Sehingga kita beri perpanjangan waktu sampai 26 Desember, namun berdasarkan Perpres Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang jasa, jika seperti itu maka dikenakan denda”, ungkap Yerri Ekhwan.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Metro Serahkan SK Kenaikan Pangkat 412 PNS

Secara keseluruhan, lanjut Yerri Ekhwan, 90 persen bangunan Flying Fox sudah rampung dikerjakan. Dan 10 persen nya lagi belum terselesaikan. Dan rencananya akan kembali dikerjakan pada tahun ini.

“Pembangunan akan tetap di lanjutkan di tahun 2019 ini, menggunakan sisa anggaran yang belum selesai dikerjakan, yaitu sebesar Rp 200 juta”, pungkasnya. (Adv)