Sekedar Cerita Masa Lalu : PENGAMANAN NATAL DAN TAHUN BARU

Foto ist

Jawa Barat : Pada bulan Desember Tahun 2001 SPDB PANGERAN EDWARD SYAH PERNONG yang saat itu menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polwiltabes Bandung, bertepatan dengan Operasi Lilin Pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, saat itu pula embrio-embrio Teroris mulai bermunculan di Kota-Kota Besar Seluruh Indonesia.

Di Wilayah Polwiltabes Bandung Sendiri sudah ada target peledakan 11 Gereja dibeberapa tempat, bahkan sempat pelaku tersebut lalai kemudian meledak di Komplek Antapani Bandung, akibat dari ledakan tersebut seorang pelaku teror atas nama ZABIR meninggal dunia, dan dua orang pelaku atas nama ACENG dan IQBAL (yang saat ini masih berada di LP Bandung) menjadi Target Operasi dari Kepolisian.

Baca Juga :  Bupati Agus Istiqlal bertemu Presiden Jokowi

Pangeran Edward Bersama Anggotanya LUTHFIE MARTADIAN (saat ini berpangkat Kombes), MARCEL dan NASRUDDIN (masing-masing sudah berpangkat AKP) terus mengejar pelaku teroris dan para pelaku teror tersebut dapat ditangkap di daerah Brebes Jawa Tengah.

Penangkapan kedua pelaku teroris tersebut merupakan penangkapan pelaku peledakan Bom pertama di Indonesia, dan dari seluruh kota besar di Indonesia, khusus untuk Pelaku pengeboman gereja di Malam Natal dan Tahun Baru hanya pelaku yang di Bandung yang bisa tertangkap.

Kapolri saat itu Jenderal Polisi Drs. BIMANTORO langsung datang ke Polwiltabes Bandung untuk memberikan apresiasi dan penghargaan, LUTHFI saat itu langsung berangkat menempuh pendidikan di PTIK dan Pangeran Edward mendapatkan TR menjadi Kapolres.

Baca Juga :  Hubungan Kasepuhan Cirebon dengan Sekala Brak Lampung, Ini Buktinya

ini hanya sekedar cerita yang tersisa tapi membawa pesan jangan pernah lengah dan lalai dalam menjaga masyarakat, karena kelengahan dan kelalaian serta under estimate kita dapat berbuah korbaan kemanusiaan yang cost sosialnya sangat tinggi,
Kepada seluruh Bhayangkara Negara selamat bertugas dalam menjalankan operasi kemanusian hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.(red)

Comment here