Cegah Berkembangnya Praktek Prostitusi, Kesbangpol Metro Gelar Sosialisasi

ist.

METRO – Prostitusi, minuman keras dan perjudian adalah fenomena penyakit masyarakat yang berkembang setua umur dunia. Penyakit ini selalu membentang kompleksitas persoalan yang terus tumbuh dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan peradaban masyarakat.

Dewasa ini, praktek prostitusi terselubung ditengarai terjadi di kota Metro melalui penginapan, tempat-tempat hiburan dan bahkan sampai ke perumahan penduduk.

Dengan hal ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Metro gelar Sosialisasi Penyuluhan Pencegahan Berkembangnya Praktek Prostitusi Kota Metro Tahun 2018 yang berlangsung di LEC Kartikatama Metro, Selasa (2/10/2018) yang akan digelar selama 2 hari yakni tanggal 2 dan 3 Oktober 2018.

Kegiatan ini juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Walikota Metro, Achmad Pairin serta dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Metro, Dinas Kesehatan Metro, perwakilan Polres Metro, IPDA Lisma dan Sat Pol PP Metro, Jose Sarminto, Y. Jatmiko perwakilan Dinas Kesehatan Kota Metro.

Baca Juga :  KML Diskusi Tangkal Hoax Ujaran Kebencian

Berdasarkan laporan Plt. Kepala Kesbangpol Nur Iman mengatakan, maksud di adakan penyuluhan ini yaitu, untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi antara perangkat pemerintah, elemen masyarakat dan pamong warga dalam rangka pengawasan dan pencegahan terhadap kegiatan praktek prostitusi di wilayahnya masing-masing. Dan memberikan wawasan informasi kepada peserta tentang bahaya praktek prostitusi terhadap keluarga masyarakat dan negara.

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu, diharapkan para peserta dapat memahami pentingnya upaya preventif terhadap kegiatan praktek prostitusi di Kota Metro. Peserta berperan aktif dalam upaya pencegahan perkembangan praktek prostitusi di Kota Metro, serta diharapkan para peserta mampu melindungi keluarga dan masyarakat, dari bahayanya/akibat yang ditimbulkan dari praktek,” ungkap Nur Elman.

Baca Juga :  Diduga Ugal-ugalan, Mobil Terbalik Depan Kampus IAIN Metro

Tambahnya, Nur Elman menjelaskan bahwa pada acar ini dinarasumberi oleh Polres Kota Metro, Satpol PP Kota Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro dan Kantor Kesbang dan Politik Kota Metro.

“Kemudian acara ini dilaksanakan selama 2 hari, yang peserta sebanyak 200 orang yang terdiri dari Kasi Pemerintahan Kelurahan se-Kota Metro, Ketua RW, Ketua RT, tim penggerak PKK Kelurahan, anggota FKPM, anggota LPM, pemilik Hotel/Rumah kost/Rumah Kontrakan di Kota Metro,” jelas Nur Elman.

Walikota Metro, Achmad Pairin saat membuka kegiatan tersebut mengatakan tujuan sosialisasi pencegahan berkembangnya praktek prostitusi ini sangat berkaitan dengan visi misi Kota Metro dan pembentukkan manusia dimana masih tingginya praktek prostitusi tersebut tidak akan terwujud.

Baca Juga :  BNN kumpulkan Puluhan Pelajar Di Metro

“Tujuannya sangat berkaitan dengan pembentukkan manusia seutuhnya,dimana visi misi Kota Metro adalah kota pendidikan dan wisata keluarga itu tidak akan terwujud kalau di Kota Metro ini watak karakter masyarakat masih ada angka praktek prostitusi, maka sosialisasi pada hari ini adalah sosialisasi pemberantasan prostitusi,” ujarnya.

Dirinya pun mengatakan praktek prostitusi di Kota Metro merupakan praktek prostitusi terselubung karena angka praktek prostitusi di Kota Metro sulit dipantau.

“Kalau ditanya ditahun 2018, angka praktek prostitusi di Kota Metro ini sulit dipantau dengan kata lain ini bisa disebut sebagai praktek prostitusi terselubung, maka hal ini sudah dikatakan pemberantasan praktek ini tidak bisa 100% tetapi dikurangi dengan pemberian materi dan pemahaman kepada masyarakat,terutama pada lingkungan keluarga,” ungkapnya. (Red)

Comment here