Achmad Pairin Resmi Buka MTQ ke 14 Tingkat Kota Metro

ist.

METRO – Gelaran MTQ ke 14 Tingkat Kota Metro resmi dibuka Walikota Metro Achmad Pairin, berlangsung mulai dari tanggal 12 November sampai dengan 16 November 2018, di lapangan Iringmulyo, Metro Timur, Senin malam (12/11/2018).

Berbagai penampilan dari talenta muda siswa-siswa sekolah di kota Metro, turut meramaikan gelaran ini, seperti marching band dan tari kontemporer. Dimana kelompok marching band menampilkan musik instrumental lagu-lagu religi, salah satunya yaitu Tobat Maksiat (Tomat) yang dipopulerkan oleh band Wali.

Sementara itu, tari kontemporer yang ditampilkan yaitu tari khilafah betemui, yang menceritakan proses masuknya Islam ke Lampung yang memanfaatkan media tarian.

Dikatakan Wali Kota Metro Ahmad Pairin saat membuka acara tersebut mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang terlibat untuk turut menyukseskan MTQ ke-14 ini.

Baca Juga :  Keluarga Jenazah PDP Asal OKU Sepakat Pemakaman Di Metro

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kondisi fisik. Sedang Kepada dewan juri, Pairin menekan agar dapat melaksanakan tupoksinya dengan cermat dan meminta para juri memberikan penilaian objektif kepada seluruh peserta.

“Dewan juri, berikan penilaian secara objektif kepada seluruh peserta. Hindari penilaian yang cenderung subjektif dan memihak,” ujar Pairin.

Sementara, Ketua LPTQ provinsi Lampung Ratna Dewi mengatakan bahwa, pada pelaksanaan lomba MTQ baik tingkat kabupaten/kota atau pun tingkat nasional, masih ditemukan berbagai kecurangan-kecurangan yang secara langsung dapat merugikan peserta lainnya.

“Untuk itu perlu ada pengawasan yang ketat dari panitia penyelenggara agar dapat menyaring berbagai kecurangan tersebut. Para peserta juga harus menjunjung tinggi sportifitas dan akhlak mulia seperti yang terkandung dalam Alquran itu sendiri,” tegas Ratna.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas, Intel Metro Datangi Ormas LMP

Lebih lanjut,  Ratna juga berharap, gelaran MTQ ini dapat menumbuhkembangkan minat baca Alquran di tengah-tengah masyarakat. (Red)

Comment here