3 Pembobol ATM Berhasil Di ringkus Tekab 308 Polda Lampung

Foto ist

Bandarlampung – Tekab 308  Polda Lampung Berhasil meringkus tiga dari empat tersangka pembobol 10 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang bernilai Rp5,125 Miliar.
Tiga tersangka tersebut adalah Kabipsyah (30) warga Jalan Bunga Lili, Kelurahan Perumnas Waykandis, Kecamatan Tanjungsenang yang merupakan karyawan PT. G4S Cash Service Cabang Lampung, Fredi Irawan alias Ewok (31) warga Jalaj Arya Santika, Perum Mustika, Kelurahan Matagara, Kecamatan Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang.
Lalu, Rio Gunawan (29) karyawan PT. G4S Cash Service Cabang Lampung, warga Jalan Ratu Dibalau, Kelurahan Waykandis, Kecamatan Tanjungsenang Kota Bandarlampung.

Kasubdit III AKBP Ruli Andi Yunianto, menerangkan aksi pembobolan ATM tersebut terjadi 7 September 2018.
“Jadi Kepala Cabang PT. G4S Cash Service melaporkan adanya selisih uang dalam 10 mesin ATM yang terletak di Jalan Raden Intan dengan nilai kurang lebih Rp5,125 Miliar,” katanya saat press realese di Mapolda Lampung, Senin (29/10/2018).
Penangkapan terhadap para tersangka tersebut berdasarkan LP/B-1405/IX/2018/LPG/ SPKT/PoldaLampung.
Mendapatkan laporan itu, polis melakuka perburuan terhadap pelaku. Tersangka Kapibsyah ditangkap di Muara Enim, Sumatera Selatan dengan barang bukti uang Rp140 juta.
Tersangka Fredi Irawan diamankan di Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang berikut barang bukti uang Rp529 juta serta satu unit mobil Toyota Rush warna hitam dengan nomor polisi B 7116 JK.
Sedangkan untuk tersangka Rio Gunawan ditangkap di Bandung dengan barang bukti 1 unit handphone Iphone 6, satu unit sepeda gunung, 1 unit handphone merk Samsung dan 1 unit tas ransel.
“Sedangkan satu tersangka inisial G masih buron,” urainya.
Masih kata Ruli, modus yang dilakukan oleh para tersangka dalam membobol ATM tersebut adalah dengan cara menginput nomor kombinasi mesin ATM tersebut atas arahan dari tersangka G (DPO).
“Jadi operatornya itu si G, dia yang memberikan kombinasi password mesin ATM itu kepada para tersangka lain,” jelasnya.
Dari penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti uang Rp669 juta sisa hasil kejahatan para pelaku.
Sementara dari pengakuan salah seorang tersangka Kabipsyah dirinya menyangkal bahwa uang tersebut bernilai Rp5 miliar lebih.
“Saya enggak ngitungin, yang saya tau kami bagi-bagi uang itu, saya juga lupa bagian saya berapa kita bagi rata tapi gak itung lagi jumlah uangnya, kita baginya sesuai paketan aja,” akunya.
Disamping itu dirinya mengakui uang hasil tindak kejahatan tersebut digunakan untuk berfoya-foya.
“Buat senang-senang aja, jalan-jalan dan belanja-belanja,” tutupnya.
Atas perbuatannya ketiga tersangka diancam dalam pasal berlapis yakni 363 ayat (1) KUHP, pasal 480 ayat (1) KUHP.(*)

Comment here