Mulli Mekhanai Paksi, Tampilkan Budaya Lampung di Perhelatan Akbar Lampung Fair 2018

foto ist

Bandarlampung : Mulli Mekhanai Paksi (MMP) Sekala Brak yang dibentuk dengan visi untuk menjaga dan membesarkan warisan budaya dari lelulur, khususnya adat dan budaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung.

Dengan semangat cinta akan budaya, MMP Sekala Brak terus berbuat dan eksis pada event-event lokal maupun nasional. Pada event Lampung Fair 2018 yang mengusung tagline “’The Biggest Fair in Sumatera”, MMP Sekala Brak menampilkan kebudayaan dari Lampung Barat, diantaranya Tari Sembah Batin, Tari Sakura, Bubandung, Butattah, Nyambai dan Solosong lagu Lampung.

MMP Sekala Brak sebuah lembaga adat kemahasiswaan yang merupakan lembaga binaan dari Divisi Humas Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung dan tak lepas dari bimbingan Paduka Yang Mulia SaiBatin Puniakan Dalom Beliau Pangeran Edward Syah Pernong Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23.

Tari Sembah Batin yang dibawakan MMP, didaulat untuk tampil di Panggung Utama Lampung Fair 2018 dan sekaligus membuka acara Pentas Kebudayaan Lampung, Jumat malam (12/10/2018). Tari Sembah Batin bercerita tentang pusaka lama milik Kerajaan Sekala Brak kuno yang dilestarikan hingga saat ini, tarian ini menggambarkan sebuah ungkapan kegembiraan dan keramah-tamahan masyarakat dalam menyambut para tamu-tamu agung di bumi Beguai Jejama Bumi Sekala Brak negeri asal para SaiBatin.

Tari Batin yang di bawakan oleh 18 personil penari yaitu Sisca Novalia, Aprilia Liyana, Lisa Yulia, Nelly Aryanti, Delfa Novrianti, Sri Masaan, Riyana Yulia, Rizky Meidiansyah, Ilham Renata Anwar, Meky Febrian, Ahlun Nazar, Angga Pranata, Efrizal, Dirka Utama, Yazrinnur, Kholis Abadi, Rohma pertiwi, dan Elisa, ditampilkan dengan sangat baik dan menarik minat pengunjung Lampung Fair terlebih lagi saat sesi diangkatnya seorang ratu keatas tanduan oleh para pengawal di sekeliling nya. Terlihat para penonton yang hadir di sekitar Panggung Utama yang menyaksikan penampilan tarian dari Lampung Barat ini mengabadikan pertunjukan tersebut merekam dengan gadgetnya masing masing.

Baca Juga :  Keluarga Jenazah PDP Asal OKU Sepakat Pemakaman Di Metro

Perwakilan Humas Sekala Brak, Mamak Din, yang ikut serta hadir menyaksikan penampilan MMP di Lampung Fair mengatakan, potensi dari MMP sangat bisa di kembangkan untuk mendukung dan menjaga adat dan budaya, terutama dalam bidang seni budaya. “Kami berterimakasih kepada Kabupaten Lampung Barat, khususnya kepada Bupati dan Wakil Bupati, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat yang telah mensupport MMP untuk bisa tampil di ajang Lampung Fair 2018 ini. Ini sebagai salah satu bentuk perhatian Pemda Lambar dalam kemajuan adat dan budaya” ujar MD, sapaan akrab beliau, disela sela acara Lampung Fair.

Pertunjukan seni lainya yang dibawakan MMP Sekala Brak di panggung Anjungan Lampung Barat pada hari Minggu malam (14/10/2018), menampilkan Tari Sekura yang merupakan tari tradisional yang sudah berumur ratusan tahun. Personil tari berjumlah 15 personil yang mengenakan kostum Sekura terdiri dari Tanzirul Evendi, Nonita Handayani, Ilma Halida, Muryadi Saputra, Randika Deva Chandra, Abroril Kholidi, Ilham Renata Anwar, Kholis Abadi, Asef Saputra, Dirka Utama, Meky Febrian, Angga Pranata, Adri Latif, Andi Irawan, Yunizar Alfiando. Tari Sakura yang ditampilkan dengan iringan musik tradisional yang kental bernuansa etnik, menjadi perhatian bagi para pengunjung Anjungan Lampung Barat.

Baca Juga :  Pun Edward : Selamat Jalan Keluargaku Wakhei ,Sahabat Seperjuanganku Di Bhayangkara

Sysca Novalia yang dipercayakan sebagai Ketua Mulli Mekhanai Paksi mengungkapkan rasa senangnya karena MMP dapat tampil di ajang Lampung Fair 2018. “Alhamdulillah kami bersyukur bisa tampil di Lampung Fair ini. Tentu ini tak lepas dari dukungan Divisi Humas Sekala Brak yang sangat mensupport kami. Ada begitu banyak seni dan budaya dari Kerajaan Sekala Brak. Kami sebagai generasi muda penerus bangsa terpanggil untuk menjaga dan meneruskan kebudayaan warisan leluhur untuk terus di perkenalkan pada generasi muda, agar warisan budaya jangan sampai punah dan bisa dicintai oleh generasi muda milenial saat ini” Ujar Icis, sapaan akrabnya.

Selanjutnya pada hari Selasa malam (16/10/2018) ditampilkan pula kesenian tradisional “Nyambai”, yang merupakan salah satu budaya khas di negeri saibatin yang sering digunakan. Nyambai digunakan pada saat-saat yang menggembirakan, seperti pada saat menjelang pernikahan dan lain sebagainya. Para personil Nyambai yaitu Rizki meidiyansyah, Ahlun Nazar, Abroril Kholidi, Agnesia Citra Cantary, Novia Sari, Rapita Rahmah, Ria Valentin, Wika Apriyana, Andresti Sapitri, Ricki Aditia, Efrizal, Yazrinnur, Agung Pratama, Dian Pratama, menghibur penonton dengan pantun yang saling berbalas yang diucapkan dalam bahasa Lampung SaiBatin.

Baca Juga :  Keluarga Jenazah PDP Asal OKU Sepakat Pemakaman Di Metro

Selain itu, Adri Latif yang menampilkan “Bubandung” yang merupakan salah satu budaya masyarakat saibatin.

Kesenian selanjutnya yang di tampilkan adalah “Butattah” yang merupakan pemberian gelar atau adokk pada masyarakat saibatin. disuguhkan oleh 4 personil yaitu Muryadi Saputra, Agung Pratama, Agnesia Citra Centary, Ahlun Nazar.

Penampilan MMP Sekala Brak pada ajang Lampung Fair 2018, ditutup dengan penampilan Solosong lagu Tanah Lado yang di bawakan oleh Sri Masaan dan lagu Janji Cadang yang di bawakan oleh Sisca Novalia & Ricki Aditia yang diiringi oleh permainan gitar klasik Lampung yang di mainkan oleh Andeska pratama, Windo winando.

Dengan total personil 41 orang, penampilan MMP Sekala Brak di ajang Lampung Fair 2018, cukup menambah khasanah budaya, khususnya budaya Lampung SaiBatin. Sukses selalu untuk Mulli Mekhanai Paksi Sekala Brak Lampung. (Dapit S)

Comment here