Kapolda Lampung Silaturahmi Di Lamban Kuning

Foto : Ist

BANDAR LAMPUNG – Dalam rangka Silaturahmi Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto sambangi Lamban Kuning Sekala Brak yang juga merupakan kediaman Perdana Menteri Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung, Dang Gusti Ike Edwin, dibilangan Sukarame Bandar Lampung, Rabu (16/9) malam.

Hadir dalam acara tersebut, sejumlah kerabat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Ditresnarkoba Polda Lampung, Dirkrimsus, Dirintelkam, Dirpamovit, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dan sejumlah tokoh agama serta para awak media.

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Dr. H. Ike Edwin, SIK, MH, MM yang juga Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Politik mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara ramah-tamah di Lamban Kuning Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada saudara saya Irjen Pol Purwadi Arianto sebagai Kapolda Lampung”, Kata Dang Ike Edwin.

Sebagai mantan Kapolda Lampung dan juga tokoh adat Lampung, beliau berpesan kepada Purwadi Arianto agar tetap menghormati adat dan istiadat dimana saja tempat bertugas. Selain itu, dia juga berharap agar Kapolda dapat melanjutkan kembali menghidupkan simbol Lampung yang selama ini telah ia bangun sewaktu dirinya menjabat Kapolda.

“Dulu saya saat menjabat sebagai Kapolda Lampung, semua bangunan gedung Polda, Polresta dan Polsek saya perintahkan untuk mencantumkan simbol-simbol adat Lampung. Namun sayang setelah saya tidak menjabat lagi simbol tersebut dihilangkan, meski ada hanya ada di sebagian saja. Padahal diprovinsi-provinsi lain juga simbol tersebut telah digunakan oleh pihak institusi Polri dan TNI serta lainnya, agar ciri khas daerah tersebut dikenal oleh daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mahasiswa HI se-Indonesia, Mendapuk Ridho Ficardo Sebagai Pemuda Anti Hoax

Selain itu Dang Ike Edwin juga meminta kepada Kapolda untuk melanjutkan kembali sejumlah program yang pernah ia gagas saat menjabat Kapolda Lampung diantaranya yakni, Anjau Silau, Rembuk Pekon, Operasi Sepanjang Masa, Polisi dimana – mana, dan program ‘Excellent Police Service’ (polisi berkantor di luar) serta menghidupkan kembali Satgas Anti Narkoba, mengingat saat ini kejahatan Narkoba di Lampung kembali marak. Sebab kata dia ibarat kata dimana bumi dipijak disanalah langit dijunjung.

Program kerja Polda Lampung Excellent Police Service’ (polisi berkantor di luar) lanjut Ike Edwin berhasil memecahkan rekor MURI, karena program tersebut merupakan program kerja yang dilakukan pertama oleh seorang pejabat di semua institusi Negara. Penghargaan diberikan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen. (Purn) Sutiyoso dan di hadiri langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana.

“Dibidang penanganan Narkoba saat saya menjabat kapolda, saya telah membentuk satgas Anti Narkoba, sehingga kejahatan Narkoba menurun draktis, sehingga menghantarkan Polda Lampung mendapat penghargaan MURI,” kata Dang Ike Edwin.

Baca Juga :  Selain Fisik, Ridho Tingkatkan Pembangunan SDM Lampung

Jenderal Ike Edwin juga menceritakan, bagaimana dulu dirinya menghilangkan image lampung yang terkenal dengan kejahatan begal motor, menurut Ike Edwin begal motor adalah kejahatan yang biasa, dan di daerah lain pun begal motor banyak terjadi, tidak hanya di wilayah Lampung.

“Di mana-mana begal itu ada, bukan hanya di Lampung. Di masyarakat kita kan, begitu peristiwa sekali lalu dibilang meresahkan padahal di luaran banyak terjadi juga. Intinya semua masalah saya utamakan kearifan lokal karena selama ini banyak terlupakan.

Penyelesaian masalah tidak harus selalu pakai pasukan, saya mengubah image begal dengan nama pencurian disertai kekerasan kendaraan bermotor (Curanmor) sehingga image begal yang sudajh melekat dimasyarakat beransur-ansur hilang,” ungkap Panglima Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung.

Dang Gusti Ike Edwin juga menceritakan, pada saat itu dirinya juga berhasil  mengeluarkan Lampung dari daerah Konflik sehingga Pemprov Lampung menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai Daerah bebas Konflik yang diserahkan oleh Mendagri kepada Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Dang Gusti mampu menurunkan peringkat Narkoba daro peringkat ke 6 menjadi peringkat ke-16.  Sejak kepemimpinan Ike kala itu, tingkat kejahatan dan penyakit masyarakat di propinsi Lampung menurun drastis.

“Konflik satu tahun rata-rata 58x, saat saya kapolda hanya 3x saja dan untuk kontijensi satu tahun rata-rata 7x namun Saat saya kapolda, tidak ada kontijensi atau nihil dan penurunan angka gangguan kamtibmas sebanyak 32 %. begal dan perampokan hampir tidak ada Sehingga dapat dikatakan situasi keemasan kamtibmas dilampung,” terangnya.

Baca Juga :  Ridho : Ruas Simpang Korpri Sukadamai Mulus Thn 2018

Bahkan karena keberhasilan tersebut masih kata Dang Gusti Ike Edwin, pada Tahun 2016 Lampung keluar dari zona merah pilkada menjadi hijau sangat Banyak masyarakat menilai situasi kamtibmas sangat kondusif di masa kepemimpinan dirinya sehingga masa itu tidak salah jika disebut tahun keemasan dalam kamtibmas.

Dikesempatan yang sama, Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh mantan Kapolda Lampung, di Lamban Kuning. Dia juga mengucapkan banyak terima kasih atas nasehat dan wejangan yang telah diberikan oleh seniornya.
“Beliau ini bukan lagi asing bagi saya, pak Ike Edwin ini adalah senior saya. Banyak hal pengalaman serta ilmu yang telah saya dapatkan dari beliau termasuk senior saya mantan Kapolda Lampung, Edward Syah Pernong,” ujar Kapolda Purwadi Arianto.

Hasil pantauan media ini, sebelum acara dimulai Jendral Ike Edwin juga mengenalkan langsung awal berdirinya dan masa kejayaan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung, kepada Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto dengan menunjukkan sejumlah gambar serta foto bersejarah yang ada di kerajaan lamban kuning setempat. (Red)

Comment here