Tak Ada Tindak Lanjut Korban Pertanyakan Laporannya Di Polres Lamteng

foto ist

Lampung Tengah – Korban penganiayaan atas nama Hamzah Al Bukhari bin Muhamad Hasan (49), warga Dusun l, Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng), pertanyakan tindak lanjut laporannya ke Polres Lamteng.

Berdasarkan laporan korban kepada Polres Lamteng, tertanggal 21 Juli 2018 lalu, dengan Nomor : LP/867-B/VII/2018/SPKT. Korban telah mengalami penganiayaan yang terjadi pada hari Minggu 21 Juli 2018, sekitar pukul 09.30 Wib., saat sedang kerja gotong royong memperbaiki badan jalan.

Hamzah yang ditemui di kediamannya, di Kampung Buyut Ilir, Selasa (28/8/2018) mempertanyakan, mengapa laporan penganiayaan yang telah dialaminya kepada pihak Polres Lamteng, hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya.

Baca Juga :  Terapkan Nilai Pancasila, Narapidana Lapas Gunung Sugih Berbagi Sembako Dan Hasil Perikanan Murah

“Ya saya bingung aja, kok sampai sekarang laporan saya ke Polres tidak ada tindak lanjutnya, kami hanya minta kepada pihak kepolisian, agar dapat menindaklanjuti laporan kami,” harapnya.

Kepada polisi Hamzah menceritakan kronologis kejadian penganiayaan tersebut. Pada saat korban sedang melakukan kegitan gotong royong bersama warga di jalan yang ada di kampungnya, tiba-tiba datang pelaku atas nama Rio Anggara, menghampiri dirinya dan marah-marah, dengan alasan tersinggung karena korban melotot ke arah pelaku.

Namun makian yang dilontarkan oleh pelaku tidak ditanggapi korban, diduga karena kesal pelaku langsung mendorong tubuh korban hingga terjatuh, yang mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian siku tangan kiri, korban mencoba bangun dan berdiri, namun pelaku kembali mengarahkan pukulan ke wajah korban sebelah kanan, hingga mengalami luka lecet dan memar.

Baca Juga :  Tangkal Penyebaran Covid-19, Forum Muli Mekhanai Bagikan Ribuan Masker Gratis di Lampung Tengah

Tidak hanya sampai disana, pelaku juga mengambil sebatang kayu yang ada disekitar tempat kejadian, dan memukulkannya kepada korban dengan mengenai bagian pinggang sebelah kiri, yang juga menyebabkan korban mengalami luka memar.

Tidak terima atas perlakuan tersebut, korban Hamzah langsung melapor ke Mapolres Lamteng, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. Dirinya berharap kepada aparat Kepolisian setempat, agar dapat bertindak sesuai prosedur yang berlaku.

Ditambahkan Hamzah, sebenarnya upaya damai antara dirinya dengan pelaku, telah diupayakan oleh aparat pamong kampung setempat. Namun dirinya belum dapat menerima, karena ia berharap proses hukum harus tetap berjalan.

“Kalau soal damai, saya pikir bukan hal yang sulit, tapi kami minta proses hukum harus tetap berjalan, karena saya sudah dianiaya,” pungkasnya. (ary)

Comment here