Minangkabau Begawie, Pemangku Adat Pagaruyung disambut Pembesar Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak.

Foto Ist

Bandarlampung : Acara Minangkabau Begawie yang di prakarsai oleh DPW Gebu Minang Provinsi Lampung, Warga Minangkabau, Padang, Sumatera Barat yang ada di Provinsi Lampung, sukses di gelar pada hari Kamis, 26 Juli 2018 di hotel Emersia, Bandar Lampung.

Dengan mengusung tema “Sillaturrahmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan
Perantauan Minang Provinsi Lampung Dalam Rangka Peningkatan Kerjasama Bidang Sosial Budaya dan Ekonomi”.

Secara historical, Pagaruyung dan Sekala Brak mempunyai ikatan batin yang cukup dekat, karena seperti diriwayatkan dalam tambo, sebuah naskah kuno Kerajaan Sekala Brak, bahwa empat orang Putera Raja Pagaruyung Maulana Umpu Ngegalang Paksi yang berasal dari tanah Minang, Sumatera Barat, tiba di Sekala Brak untuk menyebarkan agama Islam.

Pada kala itu, masyarakat di wilayah Sekala Brak masih menganut Hindu Bairawa/Animisme. Sekala Brak yang terletak di kaki Gunung Pesagi, gunung tertinggi di Lampung, dikuasai Kerajaan Sekala Brak Kuno atau Buay Tumi

Keempat umpu, yakni Umpu Bejalan Di Way, Umpu Belunguh, Umpu Nyerupa, dan Umpu Pernong, mengibarkan panji Paksi Pak yang artinya empat serangkai atau empat sepakat yang kemudian menaklukan Kerajaan Sekala Brak Kuno atau Buay Tumi dan berganti jadi Kepaksian Sekala Brak atau Paksi Pak Sekala Brak yang berasaskan Islam.

Baca Juga :  Pun Edward Bersama Candra,Resmi menggelar pewarian Pesisir dan Pepadun

Dalam gelaran Minang Begawie 2018 ini, keturunan Pagaruyung kembali bertandang ke ”Sang Bumi Ruwa Jurai” dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Drs. H. Nasrul Abit gelar Datuk Malintang Panai. Kehadiran Wakil Gubernur Sumbar, juga di dampingi oleh Pucuk Bulek Alam Minangkabau, Tengku Irwansyah Angku Datuk Katumangguangan beserta perangkat adat yang datang langsung dari Pagaruyung, Provinsi Sumatera Barat.

Ketua DPW Gebu Minang Provinsi Lampung, Ginta Wirya Sanjaya, dalam sambutannya, meyatakan, bersyukur dengan kehadiran pucuk adat Minangkabau. “Selama adanya Gebu Minang baru kali ini dihadiri oleh para pemangku adat dan pembesar-pembesar kerajaan di Lampung,” ungkap Ginta. Dikatakan, Minangkabau Begawe berlangsung selama seminggu, diisi dengan agenda diskusi bisnis dan Minang Expo, yang nantinya diadakan di Mall Kartini Lampung.

Kedatangan Duta Minangkabau ke tanah Lampung disambut secara adat oleh Juru Bicara Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong-Raja Duta Perbangsa yang merupakan perwakilan dari Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Pernong, Wakil Gubernur Lampung H. Bactiar Basri, SH, MM, dan para tokoh adat lainnya.

Baca Juga :  Pekan Literasi Lampung Barat Siap Digelar

Wagub Bachtiar Basri menegaskan bahwa Lampung juga bagian Minangkabau. Karena itu, Ia sangat berterima kasih atas kehadiran pucuk adat Minangkabau yang dipertemukan dengan tokoh adat utusan dari kerajaan Sekala Brak Lampung. “Budaya Lampung sangat menghormati siapapun yang datang ke Lampung” ujar Wagub.

Dalam penyambutan para tamu tamu terhormat dari tanah pagaruyung, dilaksanakan prosesi petata petiti yang merupakan tradisi masyarakat Minang Kabau.
“Bandar Lampung tapis berseri Kota nan elok, indah dipandang Senang dan bahagia dihati kami, Menyambut Yang Mulia dari ranah minang. Datuk pucuk si Raja Alam, Raja Alam teramat mulia, Sudah lama rindu dipendam, Baru sekarang dapat bersua” ujar Raja Duta Perbangsa pada saat prosesi penyambutan.

Mendampingi Raja Duta Perbangsa pada acara Minang Begawie 2018, dihadir juga oleh perangkat Kerjaaan Sekala Brak yang diwakili oleh pengurus Humas Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak dan Muli Mekhanai Paksi (MMP) Kerajaan Sekala Brak yang merupakan generasi muda Kerajaan yang di persiapka untuk meneruskan adat dan budaya Kerajaan Sekala Brak.

Dedi Tisna Amijaya, selaku ketua Humas Sekala Brak Kepaksian Pernong mengatakan banyak persamaan tradisi antara pagaruyung dengan Sekala Brak. “Pada saat prosesi arak arakan tamu agung, biasanya akan ada pencak silat yang di tampilkan. Pencak silat Pagaruyung tidak jauh berbeda dengan pencak silat para pendekar Sekala Brak, karena banyak pendekar Silat Kerajaan Sekala Brak yang belajar ilmu silat di tanah Pagaruyung” ucap Dedi.

Baca Juga :  PUN EDWARD SYAH PERNONG : Jendral Penumpas Kejahatan Sultan perekat Persaudaraan

Wakil Ketua Satu MMP Sekala Brak, Renaldy Syaputra mengatakan, kedatangan para pembesar dari Pagaruyung yang di sambut dengan adat Kerajaan Sekala Brak adalah suatau hal yang sangat membanggakan. “Kami merasa bangga, karena masyarakat Pagaruyung, khususnya masyarakat minang yang ada di tanah Lampung, berkenan mengkolaborasikan kedua adat yang berbeda, dalam satu prosesi adat penyambutan” ujar Renaldi.

Pada bagian akhir acara, Nasrul Abit berpesan baik kepada perantau Minang yang ada ditanah lampung maupun pengusaha minang yang datang dari Sumatera Barat agar bisa saling sinergi memajukan daerah asal dan daerah perantuan “Dengan adanya kegiatan Minangkabau Begawe ini diharapkan terjalin kerjasama sama bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Wagub.(Dapit S)

Comment here