Lagi, Polres Lamteng Amankan 5 Ton BBM Oplosan

Foto : Ist

Gunungsugih – Setelah sebelumnya mengamankan 15 Ton Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan dari Kampung Sendang Agung, Kecamatan Bandar Mataram, kali ini jajaran Sat Reskrim Polres Lampung Tengah kembali mengamankan 5 Ton BBM oplosan dari Kampung Tanjung Kecamatan Pubian, Rabu (4/7/2018).

Kapolres Lampung Tengah AKBP Slamet Wahyudi melalui Kasat Reskrim Polres setempat AKP Resky Maulana, Z. SH, S.Ik menyampaikan, pengungkapan praktik ilegal tersebut melalui informasi dari masyarakat.

“Kita telah melakukan pengungkapan berdasarkan informasi masyarakat, sudah ada keresahan dimasyarakat dengan penggunaan BBM oplosan. Sebelum nya kita juga pernah menangani didaerah bandar mataram, jadi ini kita sudah menyelidiki daerah barat dan timur di wilayah lampung tengah terkait oplosan BBM, dari BBM minyak mentah yang dioplos di premium, kemudian pertalite, dan pertamax. Kita temukan beberapa barang bukti terkait dengan pengolahan seperti ada zat pewarna,kapur barus, kemudian ada alat tera pengukur untuk mengoplos BBM tersebut,” terang AKP Resky Maulana.

Baca Juga :  Kisruh KNPI , danang minta pemukulan di usut

Ia menduga, aktivitas pengoplosan BBM tersebut telah berlangsung setahun. Pelaku beraksi tunggal dan bukan merupakan sindikat.

“Pelaku yang kita amankan berinisial W umur 28 tahun, tersangka ini merupakan warga Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian dan dari informasi masyarakat ini sudah beroperasi sejak 12 bulan lalu. Saya rasa kalau soal jaringan ini yang masih dalam penyelidikan karena pelaku ini beroperasi sendiri,” ucapnya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan BBM oplosan sebanyak 5000 liter.

“Yang kita amankan kurang lebih 5 Ton, atau 5000 liter dengan seluruh jumlahnya, ada yang siap edar dan ada yang masih bahan mentah. Sementara yang kita amankan hanya pemilik,” tandasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, W dijerat pasal 53 dan 54 UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 tentang pemalsuan BBM dan terancam hukuman maksimal 11 Tahun penjara. (Red)

Comment here