PEPADUN MELASA KEPAMPANG

foto novan saliwa

SKALABRAKNEWS.COM : LAMBAR : Dua buah kayu persegi panjang yang padukan disebut dengan Pepadun, merupakan Pusaka milik Paksi Pak Sekala Brak. Pepadun ini adalah yang tertua di Sekala Brak, asalnya dari sebuah pohon sesembahan suku Tumi yang mendiami sekitar Gunung Pesagi hingga Ranau, pohon Melasa Kepampang ( Belasa Kepappang) yang bercabang dua, satu cabang beracun disebut sebukau, satu cabang penawar yaitu belasa.

Ketika raja terakhir Suku Tumi Ratu Sekerumong kalah perang, ditaklukkan oleh Sidang Saleh, Pasukan Syahadat pimpinan Empat Umpu, para tetua suku di Sekala Brak dan sebagian besar suku tumi tunduk dengan kekuasaan Paksi Pak, sedangkan suku tumi yang tak mau tunduk dan memeluk agama yang dibawa para Umpu, mereka melarikan diri dari Sekala Brak. Dan demi menjaga keyakinan suku Tumi yang baru memeluk Islam maka sesembahan Melasa Kepampang itu di tebang dan dibuat tempat duduk / pepadun.

Baca Juga :  Pangeran Edward Syah Pernong : Klaim KAS Dinilai Upaya Makar

Pepadun dan pusaka lainnya dipercayakan untuk dijaga dan disimpan oleh Nabbai Paksi / Anak Mentuha Paksi, dialah Si Bulan yang diberi kedudukan di Cenggiring, tempat ia menerima kebalakan dari Paksi Pak itu disebut Way Nerima hingga sekarang. Namun seiring berjalan waktu, Si Bulan pun hijrah mencari penghidupan baru meninggalkan Sekala Brak, maka otomatis segala kebesaran yang ditanggungnya tidak bisa dibawa pergi kemudian diserahkanlah pusaka – pusaka Paksi Pak kepada seorang keturunannya yaitu Si Nyata, maka Si Nyata oleh Paksi Pak diberi kedudukan sebagai pemuka di wilayah Luas, sedikit dari wilayah Kepaksian Belunguh.

Seiring berganti zaman, pada tahun 1900an, antara keturunan Si Nyata terjadi perselisihan dalam intern keluarganya, memperebutkan hak kepemilikan pusaka, maka atas kesepakatan Paksi Pak dan Rapat Besar dihadiri ribuan orang kala itu diputuskan dengan dokumen resmi ( para sai batin paksi memiliki salinannya ), salah satu hasil keputusannya adalah Pusaka Pepadun Melasa Kepampang ditarik dan disimpan di Gedung Dalom Kepaksian Belunguh hingga saat ini.
Itulah risalah Pusaka Pepadun milik Paksi Pak, keberadaannya wajib dijaga, tidak boleh dirusak sedikitpun.*

Baca Juga :  Melawan Lupa, Pangeran Suhaimi Kakek Dari 3 Jendral Polisi Mengabdi Untuk Negara Dan Adat Istiadat

penulis : Novan Saliwa

Comment here