Amankan TPS, 791 Petugas Siap Diterjunkan

Kapolres Metro AKBP Umi Fadillah Astutik saat melakukan pengecekan terhadap personil Ops. Mantap Praja Krakatau 2018 di halaman Mapolres setempat. (Foto : Arby Pratama)

METRO – Sebanyak 791 Petugas gabungan yang terdiri atas Polri dan Linmas siap di terjunkan guna mengamankan jalannya pemungutan suara yang akan berlangsung 27 Juni esok di Bumi Sai Wawai. Kesiapan tersebut terlihat dalam apel gabungan pengamanan pungut suara Operasi Mantap Praja Krakatau 2018 yang berlangsung dihalaman Mapolres Metro, Selasa (26/6/2018).

Kapolres Metro AKBP Umi Fadillah Astutik menerangkan, 791 Petugas tersebut terdiri atas 315 personil Polri dan 476 Petugas Linmas.

“Hari ini kita adakan apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan pungut suara gubernur dan wakil gubernur lampung tahun 2018. Untuk hari ini kekuatan polres metro sebanyak 315 personil dan untuk linmas sebanyak 476 personil dari 5 kecamatan dan 22 kelurahan di Kota Metro, dengan pola pengamanan untuk TPS aman itu 2:5:10 yang terdiri dari 2 anggota anggota polri, 10 anggota linmas untuk mengamankan 5 TPS,” jelas Kapolres kepada awak media usai apel di halaman Mapolres setempat, Selasa (26/6/2018)

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas, Intel Metro Datangi Ormas LMP

Kapolres juga menyampaikan, dalam rangka pengamanan pungut suara Operasi Mantap Praja Krakatau 2018 pihak nya telah melakukan pengecekan kesiapan dan kelengkapan sarana serta prasarana sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Diharapkan semua perencanaan yang dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal dalam rangka mensukseskan pengamanan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018 di Kota Metro. Kami juga mengharapkan pada pelaksanaan pilkada ini semua berjalan dengan aman, lancar dan tertib. Mulai nanti masa tenang, masa pemungutan, masa hitung, masa rekapitulasi hasil suara sampai dengan pelatikan dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” paparnya.

Kapolres juga mengimbau, untuk semua personil dan petugas yang terlibat pengamanan dapat mengantisipasi potensi gangguan pelanggaran pilkada.

Baca Juga :  DPRD Kota Metro Dukung Penuh Upaya Pencegahan Virus Corona

“Anggota beserta seluruh yang terlibat dalam pengamanan pemilu diharapkan mengantisipasi segala potensi yang dapat mengganggu dan menghambat penyelenggaraan pemilu seperti Black Campaign, Money Politik, Intimidasi terhadap warga, dan lain-lain,” tandasnya. (By)

Comment here