Sultan Sekala Brak Iringi Pemakaman Raja Gowa

Skalabraknews.com.Nasional- Masyarakat adat Nusantara kehilangan sosok trah syah Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Daeng Manyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II, yang meninggal dunia, Minggu 10 Juni 2018. Beliau menghembuskan nafas terkahirnya di usia 67 tahun, usai dirawat di RS Bahagia, Makassar.

Jenazah Raja Gowa yang dilantik pada 17 Januari 2011 silam tersebut disemayamkan di Istana Raja Gowa, Balla Lompoa, Jalan KH Wahid, Kabupaten Gowa. Dan pada hari senin (11/06/2018) jenazah diantar oleh ribuan masyarakat menuju lokasi pemakaman di Lakiyung, Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa. 

Prosesi adat yang melekat pada Raja Gowa inipun dilaksanakan, jasad almarhum Andi Maddusila diangkat melewati kerbau jantan yang sudah disembelih. Riuh ribuan masyarakat mengantar Sang Raja ke tempat peristirahatan yang terakhir. Tidak hanya dari gowa tapi juga banyak dari wilayah lain se sulawesi selatan, utusan dari Keraton Cirebon, Kerajaan Bima dan khususnya dari Kerajaan Sekala Brak Lampung yang langsung hadir ( Nyemuka Dalom ) Paduka YM. SPDB Pangeran Edward Syah Pernong.

Baca Juga :  LAMBAN PERSATUAN MAHASISWA DAN PEMUDA LAMPUNG BARAT DIRESMIKAN

Sebagai suatu ikatan kekerabatan, kerajaan Sekala Brak dan Gowa ini memang sangat dekat bahkan sejak nenek moyang dahulu, ada pertalian perkawinan antar bangsawan dari keduanya, oleh karena itulah yang harus dilanjutkan dan dipertahankan.  ” Ikatan yang telah dibangun sejak zaman Nenek Moyang dahulu, akan tetap kami jaga,  kini bahkan sampai waktu yang tak pernah ditetapkan “, pesan yang selalu ditegaskan oleh Sultan Edward Syah Pernong dan almarhum  Raja Gowa 37 pada saat-saat keduanya duduk berdampingan dalam beberapa kesempatan di Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ( FSKN ).

Dalam prosesi pemakaman, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke 23 diberi kesempatan untuk memberikan sambutan diantara para pembesar Kerajaan lain yang hadir.  “Sebagai kerabat, kami Keluarga Besar Masyarakat Lampung khususnya Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong mengucapkan berbela sungkawa yang sedalam dalamnya atas meninggalnya sahabat kami, bangsawan kami, Raja Gowa ke 37, Innalillahi Wainnailaihirojiun, semoga amal dan ibadah Alamarhum diterima Allah SWT dan mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Serta keluarga dan kerabat diberi ketabahan. Para raja raja di Nusantara yang tergabung dalam FSKN juga berduka atas kepergian beliau yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh dan berjiwa besar, itulah ketauladanannya untuk kita semua ” terang Sultan Edward Syah Pernong.

Baca Juga :  Pangeran Edward Syah Pernong Kukuhkan Raja Jukkuan Paksi

Di tempat Almarhum bersemayam pada hari minggu malam, hadir banyak tokoh Sulsel diantaranya Plt Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, bersama beberapa pejabat pemprov. Mantan Wakil Gubernur Sulsel dua periode, Agus Arifin Nu’mang, turut datang bersama rombongannya untuk mendoakan Andi Maddusila, sebagai penghormatan terkahir kepada Raja Gowa ke-37 teraebut.

Paduka YM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong yang mengiringi sejak di Istana Balla Lampoa hingga ke pemakaman terlihat sangat berduka, saat sedang berada dihadapan jenazah Almarhum di dalam Istana, sebelum ditutupi kain kafan, selesai berdoa kemudian Sultan Edward mencium kening kerabatnya itu, seolah mensyiratkan tanda kasih sayang kepada Almarhum dan keluarga besar Kerajaan Gowa. ” Selamat Jalan Sultan, tenanglah di sisi Alloh SWT “.(rls-novan)

Baca Juga :  BUDAYA SEKURA DARI SEKALA BRAK

Novan Saliwa ( Abdi Dalom )

Comment here