Wali Kota Diduga Tak Gubris Surat Panwas

Baliho bergambar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro Djohan, yang juga merupakan Wakil Wali Kota Metro terlihat memuat logo dan nomor Partai, terpampang deretan Billboard di Jl. AH Nasution. (Foto : Red)

METRO – Wali Kota Metro Achmad Pairin diduga tidak mengindahkan surat permohonan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Metro yang meminta Walikota untuk menginstruksikan Sat Pol PP guna menertibkan Alat Peraga Sosialisasi (APS) Pilgub Lampung.

Hal tersebut terungkap dari pengakuan Walikota yang merasa belum menerima selembar suratpun dari Panwaslu Kota setempat.

“Belum, belum. Ya nanti kita tertibkan. Kita kan punya Pol PP, nanti kalo ada surat dari panwas ya nanti kita tertibkan, gampang itu sehari selesai, yang susah masang. Kalo melepasnya sehari selesai,” ucap singkat Wali Kota saat di konfirmasi awak media, Rabu (6/6/2018).

Baca Juga :  Bawaslu Sebut Lampung Marak Money Politik

Selain itu ketika mengkonfirmasi kepada Kepala Satuan Pol PP Imron, dirinya mengaku belum mendapat perintah dari Walikota untuk menerbitkan APS tersebut.

“Ya kan ke pak wali, nanti pak wali perintah kita. Kita nunggu. Ya kan panwas itu mengirim surat ke pak wali, nanti pak wali biasanya disposisi,” Kata Imron.

Sementara itu ketika disinggung soal surat tembusan Panwaslu Kota Metro kepada Sat Pol PP, Imron mengaku tidak dapat menjalankan nya tanpa intruksi Wali Kota.

“Ya enggak bisa, kita ini punya pimpinan. Pol PP enggak bisa gerak langsung, jadi enggak bisa panwas merintah kita itu enggak bisa, yang bisa merintah pak wali dan kita masih menunggu,” pungkasnya.

Baca Juga :  A Rahman : Pastikan Kemenangan PDI P Di Lampung Tengah

Sementara itu sebelumnya, Panwaslu Kota Metro meminta Wali Kota Achmad Pairin segera mengintruksikan Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk menertibkan alat peraga sosialisasi (APS) calon peserta Pilgub, yang tersebar di berbagai titik di Bumi Sai Wawai.

Hal tersebut terungkap berdasarkan surat Panwas bernomor 108/K.L.A-15/PM.04/VI/2018 tertanggal 1 Juni 2018 lalu.

“Kita meminta agar walikota melalui Pol PP untuk menertibkan alat peraga sosialisasi calon gubernur yang terpasang di sejumlah lokasi di Kota Metro,” ucap Mujib Ketua Panwas Kota Metro, Selasa (5/6/2018) lalu.

Menurutnya, masih banyak ditemukan APS yang terpasang berupa baleho maupun spanduk dan tersebar disejumlah lokasi. Seperti, di Jalan AH Nasution depan kantor Pos Lantas, lalu di jalan Way Seputih, di jalan Yos Sudarso serta di Jalan Hasanudin.

Baca Juga :  Ketua Tim Relawan PDI P Lamteng A Rahman : Jangan Melihat Uang Tapi Lihatlah Perjuangan

“Masih banyak lagi yang masih terpasang. Itu harus sudah diturunkan sebelum hari raya idul fitri,” tuturnya.

Mujib berharap alat peraga sosialisasi Pilkada tersebut bisa segera ditertibkan oleh walikota, terkait dengan aturan UU No 7 Tahun 2017 dan surat edaran perihal sosialisasi terlarang.

“Kami meminta walikota secepatnya mengintruksikan Pol PP untuk melakukan penertiban tersebut. Diharapkan sebelum lebaran ini steril dari baliho APS,” tegasnya.

Sementara itu dari keterangan protokoler Wali Kota setempat, Surat Panwas yang diperuntukkan Wali Kota tertanggal 1 Juni 2018 tersebut sudah diterima dan akan segera ditindak lanjuti.

“Surat Panwas terkait penertiban sudah diterima Wali Kota kemarin dan akan segera ditindak lanjuti,” ujar Kasi Protokol Walikota Metro Agus, di ruang kerjanya, Selasa (5/6/2018). (Red).

Comment here