4 Instruksi Puan Maharani Dalam Apel Siaga DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah

Foto istimewa

Skalabraknews.com-Solo : Dalam rangka Apel siaga DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah yang di hadiri kurang lebih 69.540 kader partai, Dari jajaran petinggi partai baik dari pengurus DPP PDI Perjuangan hingga sampai anak ranting hingga ranting se Jawa Tengah. Hadir dalam kesempatan tersebut petinggi partai PDI Perjuangan Yang sekaligus ketua umum Dr. Hj Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Pacul, Heru Sudjatmoko, Ganjar Pranowo, Taj Yasin, maruar Sirait, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu kegiatan tersebut berlangsung di stadion manahan solo 11.5.18

Kesempatan pertama Puan Maharani menyampaikan prakata dalam Apel Siaga DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Stadion Manahan Solo  ” Kedepan kita akan menghadapi agenda politik yang sangat penting yang akan menentukan arah perjalanan bangsa dan negara kita Indonesia dengan adanya pilkada serentak tahun 2018, pileg 2019,dan pilpres 2019. Merupakan upaya kita memperoleh kekuasaan secara konstitusional. Kekuasaan konstitusional tersebut dibuktikan agar kita dapatkan kepercayaan masyarakat sesuai dengan tujuan ideologis perjuangan partai kita. 

” Yaitu menjadikan kesejahteraan rakyat dalam negara Indonesia yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berdikari berkepribadian dalam kebudayaan berlandaskan Pancasila. Butuh perjuangan untuk menjadikan cita – cita itu sebagai kenyataan dibumi Indonesia sama seperti ketika Bung Karno mengatakan ” Bahwa untuk menjadikan Pancasila sebagai sebuah kenyataan maka di butuhkan perjuangan sebagai syarat, dan perjuangan itu harus di lakukan oleh manusianya oleh kita orang Indonesia”. 

Baca Juga :  Laga Home Perdana Perseru Badak Lampung FC Kalah Tipis 0-1 Atas PSIS Semarang

” Tantangan – tantangan baru ada didepan mata kita, politik tanpa etika, cara berpolitik yang menhalalkan segala cara bahkan mempertaruhkan bangsa Indonesia, hoax, Politisasi agama berpolitik dengan menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial. Pdiperjuangan harus siap, harus siap menghadapi tantangan tersebut. Tantangan ini harus kita jawab dan kita hadapi. “ungkap Puan 

Puan Maharani berharap ” Soliditas, dan kekompakan partai merupakan kunci dalam setiap menghadapi tantangan yang kita hadapi. Apel Siaga Kali ini merupakan konsolidasi partai untuk merapikan langkah dan barisan, menyamakan arah dan pandangan tegak lurus pada instruksi ketua umum dan partai.” 

Lebih lanjut Puan Maharani mengatakan ” Keluarga besar Pdiperjuangan yang saya Banggakan. PDIPerjuangan telah menegaskan diri sebagai partai Ideologis, Partai yang berdasarkan pemikirannya, sikapnya, cara kerjanya dan cara hidupnya berlandaskan pada Pancasila 1Juni 1945. Cita – cita negara dan gagasan partai untuk rakyat dapat diwujudkan dengan sinergi peran tiga pilar, struktur eksekutif dan legislatif baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.” 

” Keluarga Besar PDI Perjuangan yang saya banggakan, melalui apel siaga ini mari kita teguhkan kembali jiwa dan semangat perjuangan kita sebagai partai Ideologis. Saya yakin, saya yakin,  Bahwa di depan saya ini bukan hanya lautan merah hitam, bukan hanya lautan simbol partai tapi lautan kader PDI Perjuangan. 

Baca Juga :  Gerilya" Desindo-OJK Bangun BUMADes dan Inklusi Keuangan Desa di Jawa Tengah

Kader – kader yang mau dan siap mengubah sikap bangsanya dengan tidak mengubah Ideologis bangsanya. Sebagai kader yang terjun langsung ke masyarakat kita harus ingat bahwa kita hidup di jaman yang baru. 

” Sebuah jaman yang membutuhkan perjuangan dengan warnanya sendiri, sebab jaman ini memiliki semangat, masalah dan cita – citanya sendiri. Jaman yang masyarakatnya selalu dinamis selalu bergerak mencari kejelasan dan kenyataan kesejahteraan serta keamanan dalam kehidupannya. 

Kita, kita  Harus menghadapi setiap bagian kehidupan rakyat Indonesia, menghasilkan manfaat yang jelas dan nyata bagi mereka rakyat Indonesia. Kita semua berjuang di politik adalah untuk rakyat, untuk wong cilik bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan kelompok, tapi untuk rakyat dan hanya untuk rakyat. Maka jelas bahwa pdiperjuangan harus menjadi yang terdepan dalam membela kepentingan rakyat.”  

” Setia itu berarti kita harus turun langsung ke masyarakat dan bersama – sama selalu dengan rakyat. Kader – kader pdiperjuangan yang saya banggakan di apel siaga pdiperjuangan ini perlu saya tegaskan agar semangat gotong royong selalu di praktekan dalam cara hidup kita, sebab inti sari dalam Pancasila 1Juni 1945 adalah gotong royong. Sekali lagi gotong royong. Sebuah paham dinamis untuk dijelaskan oleh Bung Karno sebagai amal semua buat kepentingan semua, keringat semua holobis kuntul baris buat buat kepentingan bersama itulah gotong royong.”

Baca Juga :  5 Berantas TBC, Lapas Gunung Sugih Skrining Pengunjung

Gotong royong yang telah membuat pdiperjuangan ada dan seperti saat ini, oleh karena itu jangan melepaskan karakter dan jati diri partai kita yaitu gotong royong. Kita berkumpul di sinipun karena semangat gotong royong. Kita mempunyai satu cita – cita gotong royong yang hanya ada di Indonesia. 

” Dan saya yakin kuasa Allah dengan jiwa gotong royong ini kita akan memenangkan Pilkada 2018, pileg 2019 dan Pilpres 2019. Kader – kader yang saya cintai dan banggakan, sebagai ketua DPP PDI Perjuangan. Kepada seluruh kader – kader jajaran partai saya instruksikan :  1. Selalu bumingkan Pancasila di tanah air Indonesia. 2.Terjun langsung ketengah masyarakat dan menyelesaikan masalah rakyat. 3.Jaga persatuan dan kesatuan seluruh jajaran struktural partai. 4.Memenangkan pilkada 2018, memenangkan pileg 2019, dan pilpres 2019.” Katanya 

Ayo kita semua ikut melakukan apa yang telah Bung Karno Instruksikan sejak dulu, ” Berderap bersama dibawah panji – panji partai satu barisan satu komando. ” Kita, harus selalu mawas diri, kita harus harus selalu ingat bahwa PDI Perjuangan apa bila PDI Perjuangan berdiri bersama rakya maka niscaya rakyat akan mempercayai PDI Perjuangan tanpa rakyat kita bukan siapa – siapa. Ungkap Puan Maharani penuh harap  di akhir sambutannya (*) (rls-red)

Comment here