Ngaku Kontraktor, Pengedar Narkoba Di Metro Tertangkap

Kapolres Metro AKBP Umi Fadilah Astutik, S.Sos., S.Ik., M.Si saat menunjukan barang bukti narkoba jenis sabu dalam press rilis di Mapolres setempat. (Foto : Arby Pratama)

METRO – Mengaku sebagai seorang kontraktor, pria berinisial ER (41) harus mendekam di balik jeruji besi bersama rekannya berinisial EA (40). Keduanya diamankan petugas lantaran diduga mengedarkan barang haram narkoba jenis Sabu di Wilayah Hukum Polres Metro.

ER yang mengaku sebagai Kontraktor tersebut mendapatkan Narkoba jenis sabu itu di dapat dari rekannya di Kecamatan Tegineneng, Kab. Pesawaran. Ia mengedarkan sabu paket hemat (Pahe) seharga Rp. 200.000 per Pahe nya.

“Selain ini kerjanya kontraktor, saya cuma jual ke kawan-kawan saja. Dapat dari Tegineneng, kalo di jual harga 200 ribuan yang pahe (paket hemat). Sehari ke jual 4 paket, uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Lamteng Tandatangani Komitmen Integritas Penyidik

Sementara itu, Dari keterangan Polisi, penangkapan yang dilakukan Satuan Reserse Narkotika Polres Metro terhadap keduanya berlangsung heroik, lantaran dua tersangka tersebut sempat mencoba melarikan diri dengan cara melompati pagar rumah saat penggrebekan berlangsung.

Kapolres Metro AKBP Umi Fadilah Astutik, S.Sos., S.Ik., M.Si mengungkapkan, Kedua tersangka penyalahgunaan narkoba tersebut merupakan warga Kota Metro.

“Pelaku penyalahgunaan narkoba yang berinisial ER ini warga Jalan Manunggal Kel. Iringmulyo Kec. Metro Timur dan rekannya berisial EA merupakan warga Jalan Adipati Kel. Margorejo Kec. Metro Selatan, pelaku ini ditangkap oleh anggota Sat Narkoba dengan dipimpin oleh Kasat Narkoba pada hari jum’at 27 April 2018 sekitar pukul 18.00 WIB. Penangkapan pelaku terjadi di sebuah rumah berlokasi di Kecamatan Metro Timur, disana ditemukan barang bukti 9 buah plastik klip bening yang didalamnya berisi narkotika jenis sabu, 1 buah alat hisap (bong) dan 43 (empat puluh tiga) buah plastik klip bening yang masih kosong,” ungkap Kapolres dalam press conference, Senin (30/4).

Baca Juga :  Lamteng Mencekam ,Ini Kata Kapolres

AKBP Umi menjelaskan kedua tersangka berperan sebagai bandar dan kurir narkoba. Keduanya dijerat pasal 114 dan 112 ayat 1 UU Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun penjara.

“Jadi pelaku ER ini merupakan yang mengedarkan atau memperjualbelikan narkoba sedangkan pelaku EA adalah sebagai kurir atau yang pengantar barang narkoba. kedua pelaku akan kami berikan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun penjara, saya berharap kedua pelaku dapat taubat akibat ulahnya sebagai perusak bangsa,” jelasnya. (By)

Comment here