Beranda Lampung Barat Pekon Rigis Jaya Dijadikan Kampung Kopi

Pekon Rigis Jaya Dijadikan Kampung Kopi

141

Buah kopi jenis robusta yang dibudidayakan petani di sentra produksi kopi Kabupaten Lampung Barat.

Pekon Rigis Jaya di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat dijadikan sebagai kampung kopi sekaligus pusat sekolah kopi yang meliputi pendidikan, pengembangan dan destinasi wisata.

“Kami mengembangkan pekon ini menjadi kampung kopi, selain tempat wisata tapi juga edukasi bagi pengunjung dan petani kopi,” kata Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Suhartono di Rigis Jaya, Jumat (13/10).

Disebutkan, kampung kopi tersebut akan di launching pada tahun 2018.

Menurutnya, Pekon Rigis Jaya merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Lampung Barat.

Selain itu, lanjutnya, Lampung Barat merupakan etalase kopi robusta di Lampung khususnya dan umumnya di Tanah Air.

Baca Juga :  Wakil Bupati Buka Karnaval Semarak Budaya Sekala Bekhak

Lampung Barat menurutnya, juga penyumbang sekitar 60 persen ekspor kopi daerah setempat.

“Kopi robusta Lampung juga penyumbang PDRB sekitar 26 persen,” jelasnya.

Kepala Pekon Rigis Jaya Suhartoyo mengatakan pihaknya memanfaatkan hutan kemasyarakatan untuk dijadikan kampung kopi.

“Luas Hkm yang dikelola oleh warga Rigis Jaya sekitar 205,9 hektare,” jelasnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan lahan untuk sekokah kopi, namun perlu ada pembenahan infrastruktur.

“Nanti di sini ada beberapa gazebo dan tempat mengopi yang akan dibangun. Sekolah kopi akan memberi pemahaman masyarakat sebab masih banyak informasi yang rancu terhadap bagaimana menanam dan meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi,” jelasnya.

Kopi merupakan komoditas yang menyumbang PDRB sebesar 26 persen. Sekolah kopi akan memberikan pengetahuan spesifik. Selain itu menciptakan generasi handal yang mampu mengelola kopi sebagai upaya regenerasi.

Baca Juga :  Mukhlis Basri Inisiator Pembangunan Tugu Soekarno Lampung Barat

Selain tanaman kopi robusta, Pekon Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat juga mengandalkan pisang.

Namun, menurut Suhartoyo keterbatasan anggaran, sumber daya manusia dan infrastruktur sangat diharapkan oleh petani agar didukung melalui CSR PLN.

sumber: Antaranews Lampung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here